..waktunya mulai aqiqah,dapatkan souvenir cantik untuk setiap pesan

Selasa, Februari 22, 2022

Daging kambing faktanya bukan faktor utama meningkatnya tensi darah.

 Faktanya 


Menurut berbagai penelitian, semua daging merah memang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak mengingat kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi. 
Daging kambing faktanya bukan faktor utama meningkatnya tensi darah. Sebagai gambaran, kandungan lemak jenuh daging kambing adalah 0,71 gram per 100 gram berat daging, sementara kandungan lemak jenuh daging sapi berkisar 6 gram dan pada ayam, lemak jenuhnya hampir 2,5 gram,Lemak jenuh adalah lemak jahat yang diketahui dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah dan pemicu penyakit jantung,    Daging kambing malah diperkaya oleh lemak tak jenuh sekitar 1 gram per porsinya. Lemak tak jenuh ini adalah lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah

Teknik memasak kuliner olahan daging ini. Orang Indonesia khususnya, lebih sering menggoreng,memanggang atau membakar daging kambing untuk memasaknya. Teknik memasak tersebut membutuhkan banyak minyak goreng, mentega atau margarin yang meningkatkan lemak masakan dengan diserap oleh daging aslinya. Suhu panas saat menggoreng atau memanggang akan menguapkan kandungan air daging yang digantikan oleh lemak yang berasal dari minyak tersebut. Tingginya lemak melalui cara pemasakan ini yang bahaya karena lama kelamaan akan menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

Di samping itu, bumbu masakan seperti garam, kecap dan penyedap yang mengandung sodium tinggi juga turut memicu tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Kesimpulannya, penggemar kuliner kambing boleh tersenyum yaa 😋 dan siapapun tak perlu parno hipertensi jika makan masakan olahan kambing… Selama porsinya tidak berlebihan, dan cermat dalam memilih bahan serta proses memasaknya, konsumsi daging kambing tidak akan bikin darting kok.

*Sumber berita 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar





Belanja online

Cari Toko Bunga Bogor?