..waktunya mulai aqiqah,dapatkan souvenir cantik untuk setiap pesan

Sabtu, Juli 23, 2022

fenomena idola yang sebaiknya idola yang baik dan bisa jadi contoh



 SAAT ini, atau Zaman ini sepertinya untuk menjadi idola bisa menjadi mudah dengan perkembangan tehnolgi berupa aplikasi medsos yang dapat menjadikan Idola walau menjadi idola sesaat dan tidak lama ,berapa banyak masyarakat membuat konten yang salah satu tujuannya adalah menjadi idola bahkan kadang berbahaya dalam membuat konten dilakukan.

Sebaiknya berimbang terutama masyarakat muslim sebagai pengguna medsos. Fenomena fenomena mudah menjadi terkenal dengan cepat terjadi belakngan ini sebagai contoh fenomena terbaru yaitu Fenomena SCBD begitu cepatnya membahana ditengah pro kontra atas fenomena ini namun tidak berimbang dengan fenomena milenilal mengaji  Yogya Mengaji di Marlioboro dimana kebaikan dilakukan dan  juga viral  malah di sebut tidak ada ijin. 

Fenomena SCBD tentu yang menjadi idola adalah model yang bisa di lihat dalam setiap kontes fashion yang bisa di lihat di medsos juga, Dalam Fenomena SCBD  banyak milenial berjalan ditrotoar juga sama berlenggak lenggok ala Model di pentas fashion . Ada kata kata bagus juga ketika dalam peliputan tentang SCBD mereka menyebut jangan membuang sampah sembarangan jagalah kebersihan,kata kata bagus ini semakin tambah bernilai ketika mereka menyebut jangan tinggal kan sholat, boleh kemari asal sudah sholat, saya sudah sholat,sudah ijin orang tua ,semoga saja ada tambahan kata kata itu ya..he..he..,Intinya semua pihak untuk bersama memikirkan terutama ummat muslim untuk menjadikan tokoh muslim menjadi idola di usia mereka.

Untuk usia anak-anak bisa jadi idola mereka juga idola yang didapat dari Medsos; Mereka mengidolakan pemeran-pemeran film semisal: Frozen, Supermen, Spiderman, Sponge Bob, dll. Anak-anak  mengenalinya sebagai pahlawan yang musti ditiru. Banyak anak-anak kita yang menirukan tingkah laku, gerak-gerik, gaya berpakaian dan perkataan idolanya. Pakaian, tas, sepatu dan aksesoris anak-anak yang bergambar para tokoh kartun yang sengaja diproduksi itupun laris terjual di pasaran. Sungguh sangat ironi memang, ketika anak-anak muslim kita fasih menirukan berbagai karakter idola mereka, namun buta terhadap para pahlawan agama kita. Sulit sekali membayangkan keluar dari mulut anak-anak kita nama-nama para sahabat Nabi, ketika mereka ditanya siapa idolamu?

“Tak kenal maka tak sayang, Tak sayang maka tak cinta, Tak cinta maka tak meneladani.” Demikian ungkapan yang sangat pas, untuk menjawab alasan anak lebih meneladani tokoh super hero dibandingkan Rasulullah SAW.

Mulailah dari semenjak dini anak anak kita di kenalkan dengan Rasululloh dan shahabat-sahabat nabi tentang kehebatannya ,kesabarannya yang dapat menjadikan nya idola ,banyak sekali cara dan mungkin diantaranya

1. Membiasakan dalam keluarga membahas tentang Rasululloh dan shahabat

2, Medsos selalu di ajak mencari  berita teladan Rasululloh dan shahabat

3. Kartun kartun yang juga bercerita tentang rasul dan shahabatnya

4. benda benda souvenir dan apapun menyelipkan figur idola Rasululloh dan shahabat

5. Dan Lain lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar





Belanja online

Cari Toko Bunga Bogor?