..waktunya mulai aqiqah,dapatkan souvenir cantik untuk setiap pesan

Minggu, Juni 12, 2022

Apakah Anda Toxic Parent


 

Sejatinya para orang tua menginginkan hal terbaik bagi buah hati mereka. Meskipun maksudnya demi kebaikan sang buah hati, terkadang keinginan orang tua malah melukai perasaan anak. Proteksi yang berlebihan, ekspektasi yang terlalu tinggi dan egoisme kerap menjadi toxic yang dilakukan oleh orang tua.

Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk mengetahui seperti apa yang dinamakan toxic parents supaya kelak hal tersebut dapat dihindari.

Sifat toxic merupakan sebuah sikap yang sering dilakukan oleh seseorang, tetapi tanpa disadari dapat menyakiti lawan bicara maupun dirinya sendiri. Dengan berdalih demi kebaikan sang anak, terkadang sifat-sifat negatif tersebut muncul dalam beberapa contoh kasus pengasuhan anak yang hanya berujung merugikan sang anak secara mental bahkan fisik.

Sesuai namanya, yang disebut toxic parents adalah orang tua yang berperilaku toxic dalam hal pengasuhan anak. Para orang tua toxic ini melakukan toxic parenting yang merupakan penerapan pola pengasuhan anak yang buruk dan berakibat negatif terhadap sang anak baik secara mental maupun jasmani.

Sebagai orang tua yang selalu sanggup melakukan hal yang terbaik untuk buah hati mereka, tentu sikap seperti ini sangat harus dihindarkan. Sebab, segala hal yang bersifat toxic hanya akan menjadi penyakit yang pada akhirnya merugikan diri sendiri serta orang lain.

Ciri ciri toxic parent

  • Menelantarkan Kebutuhan Emosional Anak. Wita mengatakan, “Ada yang kebutuhan fisiknya dipenuhi, tapi ada penelantaran secara emosional. ...
  • Terlalu Pedas Mengkritik. ...
  • Anak adalah Pencapaian. ...
  • Tidak Empati. ...
  • Menyalahkan Anak atas Emosinya.

simak ciri-ciri hubungan keluarga yang sehat menurut ClinMed Journals.

  • Saling memahami emosi tiap anggota keluarga sebagai sesuatu yang wajar.
  • Adanya aturan yang jelas dan konsisten dalam keluarga, serta antar individu mampu merasa dihormati.
  • Memperlakukan anggota dengan hormat dan membangun tingkat fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan individu secara konsisten.
  • Semua anggota keluarga merasa aman dan terjamin (tidak takut akan pelecehan emosional, verbal, fisik, atau seksual).
  • Orang tua benar-benar mengasuh anak mereka dengan penuh tanggung jawab.
  • Orang tua memenuhi hak maupun kewajibannya (tidak mengharapkan anak mereka mengambil tanggung jawab sebagai orang tua).
  • Tanggung jawab yang diberikan pada anak sesuai dengan usia mereka, fleksibel, dan
  • Menyadari bahwa tidak ada keluarga yang sempurna dan bersikap realistis sehingga tidak menekan atau terlalu memaksa anak dalam melakukan sesuatu.


Sementara Agama Islam sangat memberi perhatian terhadap hal ini,bagaimana orangtua terhadap anak  Seperti tidak memaksakan kehendak, tidak menghalangi anak untuk taat kepada Allah, hingga tidak membuat anak tumbuh dengan kesengsaraan.

dari berbagai sumber






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar





Belanja online

Cari Toko Bunga Bogor?