..waktunya mulai aqiqah,dapatkan souvenir cantik untuk setiap pesan

Jumat, April 01, 2022

Tetaplah Beraktifitas saat ber puasa



Bulan Puasa bulan berkah bulan penuh pahala dan bulan yang ditunggu oleh ummat muslim dan sudah di depan mata bulan Ramadhan kini, namun seolah dijadikan alasan ketika berpuasa ramadhan maka aktifitas berubah lebih lambat atau malah menjadi tidak melakukan sesuatu ,dan yang salah lagi memahami dengan hadist "Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi). Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah,..jelas perlu pembahasan khusus terhadap hal ini, dan jangan pula menjadikan puasa hanya menahan lapar dan haus.Sebagaimana hadist rasulullah"Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy) tulisan dibawah ini membahas puasa dari sisi kesehatan dan anjuran untuk tetap ber aktifitas normal dengan menjaga asupan makanan saat sahur dan berbuka,serta tetap ber olahraga . 

Saat bulan puasa, waktu kerja mungkin lebih sedikit daripada bulan-bulan lainnya. Ditambah lagi dengan liburan lebaran yang makin mempersingkat waktu kerja Anda. Akibatnya, bisa jadi beban kerja menjadi meningkat namun pekerjaan harus diselesaikan dengan lebih cepat dan singkat. Performa fisik, stamina, konsentrasi, dan performa logika pun dibutuhkan lebih banyak agar aktivitas dan puasa tetap berjalan beriringan.

Nah, agar efek-efek yang telah dijelaskan di atas tidak jadi penghalang aktivitas dan puasa Anda, ada banyak cara agar stamina tetap prima dan performa logika tetap berfungsi dengan baik saat berpuasa. Berikut tips-tipsnya:

  • Jaga asupan (dengan sahur terutama )

Artinya: dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. (Al-Baqarah: 187)

Agar puasa tidak mengganggu kegiatan sehari-hari Anda, pasokan energi dalam tubuh sangatlah penting. Hal ini didapatkan dengan tidak melewatkan sahur dan berbuka (iftar). Sahur dan berbuka sama-sama penting untuk dilakukan saat berpuasa di bulan Ramadhan. Masing-masing mempunyai fungsi berbeda.

Sahur

Berfungsi untuk menyediakan energi selama berpuasa sedangkan berbuka berfungsi untuk mengembalikan energi yang hilang saat berpuasa. Menjaga komposisi makanan agar tetap seimbang dan tidak berlebihan juga tidak kalah penting.

Ketika sahur, jenis asupan harus berupa menu makanan yang lengkap dengan kadar tidak berlebihan. Lengkap berarti mengandung seluruh komposisi utama jenis makanan yaitu karbohidrat kompleks, sayuran dan buah, daging ayam atau ikan, susu atau produk olahan susu, serta makanan yang mengandung gula dan lemak baik. Saat sahur, penting untuk mengonsumsi makanan yang dicerna dengan lambat oleh tubuh, seperti makanan kaya serat dan karbohidrat kompleks.

Makanan kaya serat akan diserap secara perlahan oleh tubuh. Alhasil, Anda akan merasa kenyang lebih lama. Selain itu, karena lambat diserap oleh tubuh, makanan berserat akan mudah melewati saluran cerna, sehingga dapat mencegah konstipasi. Manfaat lain makanan yang kaya serat adalah menjaga agar gerakan usus tetap teratur. Begitu juga dengan karbohidrat kompleks yang membantu tubuh melepaskan energi secara perlahan selama puasa berjam-jam. Pada penderita diabetes tipe 2, karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga gula darah setelah makan. Karbohidrat kompleks dapat Anda dapatkan dari biji-bijian dan benih, seperti nasi, gandum, tepung gandum, oat, barley, dan polong-polongan (kacang kedelai, kacang tanah, kacang merah dan kacang hijau).

Berbuka

Petunjuk mengenai jenis-jenis makanan ini juga berlaku untuk asupan berbuka. Namun, jangan langsung buka puasamu dengan makanan-makanan berat. Kurma dapat menjadi salah satu pilihan panganan awal berbuka Anda. Dianjurkan juga untuk menghindari makanan olahan, makanan tinggi lemak dan mengandung gula tinggi, makanan yang  mengandung karbohidrat mudah terurai seperti tepung-tepungan, makanan yang digoreng, dan makanan yang terlalu asin selama berbuka hingga sahur.

Untuk asupan cairan, minumlah air putih 8-10 gelas mulai dari waktu berbuka hingga sahur. Hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi karena dapat membuat Anda ingin sering buang air kecil. Saat berbuka, pilihan selain air putih adalah minum jus buah.

  • Olahraga

Jangan salah, rutinitas berolahraga sebaiknya tetap Anda lakukan pada saat berpuasa karena manfaatnya yang penting bagi tubuh, yaitu membantu tubuh tetap fit, menjaga fungsi-fungsi sistem tubuh tetap optimal, serta mempertahankan laju metabolisme tubuh. Namun, penting diingat, saat berpuasa Anda dapat mengalami dehidrasi karena tubuh terus kehilangan air dan garam melalui urine, pernapasan, dan keringat. Bila kita melakukan olahraga, tubuh juga dapat makin kehilangan cairan, yaitu satu hingga dua liter dalam satu jam berolahraga. Kurangnya asupan cairan saat berolahraga juga dapat menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi.

Agar olahraga saat berpuasa tetap memberikan efek baik pada tubuh, diperlukan perencanaan yang matang, antara lain menjaga kecukupan asupan dan memilih olahraga yang tepat. Olahraga dengan intensitas yang ringan adalah jenis olahraga yang dianjurkan untuk dilakukan selama berpuasa.

Hal ini dikarenakan olahraga intensitas ringan cenderung menggunakan cadangan energi di otot (glikogen) sebagai sumber energi tubuh. Sedangkan olahraga dengan intensitas berat dapat menyebabkan tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar dalam jangka waktu yang tidak sebentar sehingga dapat menyebabkan ketosis. Ketosis yang berlebihan memicu penumpukan bahan keton yang jika terjadi akan berakibat tubuh dehidrasi dan gangguan keseimbangan zat kimia dalam darah. Selain itu, bila glikogen habis, tubuh juga bisa terpaksa menggunakan protein otot untuk energi. Hal demikian tidaklah baik untuk tubuh.

Jenis olahraga intensitas ringan yang dapat Anda lakukan saat berpuasa dapat berupa jalan kaki, yoga, dan tai chi. Bahkan, sekedar berkebun dan membersihkan rumah juga dapat dilakukan. Namun sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai olahraga apa yang cocok untuk Anda guna dipraktekkan saat bulan puasa dan kapan saat yang tepat, terutama bila Anda mempunyai penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Jika Anda merasa pusing ketika olahraga, segera hentikan aktivitas tersebut. Anda pun dianjurkan untuk segera membatalkan puasa bila muncul tanda-tanda dehidrasi seperti urine yang sangat sedikit atau tidak ada, merasa linglung, ataupun pingsan

Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar





Belanja online

Cari Toko Bunga Bogor?