..waktunya mulai aqiqah,dapatkan souvenir cantik untuk setiap pesan

Selasa, Maret 29, 2022

Bunda yang melahirkan di bulan Ramadhan



 Wanita ialah sosok yang diciptakan Allah untuk memiliki kemampuan sebagai ibu, yakni dengan jalan mengandung dan melahirkan anak. Wanita dapat diberi anugrah oleh Allah berupa seorang calon bayi kapan saja sesuai kehendak Allah, ada yang diberi anugrah segera setelah melahirkan, ada pula yang menunggu bertahun tahun. semua itu hak mutlak Allah dan wajib diterima oleh manusia dengan kesabaran dan percaya bahwa hal tersebut adalah yang terbaik.

Wanita yang melahirkan di bulan Ramadhan tentu akan mengorbankan puasanya dimana wanita yang melahirkan setelahnya mengalami masa nifas serta harus menyusui bayinya. firman Allah tentang wanita menyatakan bahwa wanita tentu akan merasa berat jika harus berpuasa dimana proses melahirkan membutuhkan begitu banyak tenaga dan kekuatan serta wajib mendapat gizi bagus dan memiliki kondisi tubuh yang fit, sedangkan jika berpuasa kemungkinan akan merasa lemah di tubuhnya.

Begitu juga dengan wanita nifas yang jelas tidak boleh berpuasa serta wanita menyusui yang kita tahu bahwa wanita menyusui memiliki nafsu makan dan nafsu minum yang lebih tinggi, serta wanita yang menyusui tentu tak boleh berada dalam kondisi lemah sebab bila hal itu terjadi akan berpengaruh pada pengeluaran ASI nya yang juga akan berpengaruh pada kelahiran bayinya, sebab itu mereka boleh menunda puasa dan mengganti puasa setelahnya. Hukum tersebut merupakan wujud kasih sayang Allah kepada wanita

Hukum dan tips melahirkan dalam islam bagi wanita di bulan Ramadhan sudah diatur sejak jaman dahulu kala, Rasulullah pun pernah bersabda mengenai hal tersebut yakni sebagai berikut, “Sesungguhnya Allah memberikan keringanan (tidak) berpuasa dan setengah dari shalat bagi orang yang bepergian (safar). Dan Allah memberikan keringan (tidak) berpuasa bagi wanita yang hamil dan menyusui.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah).

Islam memang agama terbaik yang telah mengatur syariat serta manfaat hukum islam dalam kehidupan dengan lengkap, islam menyayangi wanita dan memahami setiap kondisi yang dialaminya, termasuk ketika berada dalam kondisi melahirkan dan menyusui yang memang tidak selayaknya jika dibebani beban berat seperti berpuasa, wanita melahrkan di bulan Ramadhan boleh untuk tidak berpuasa terlebih dahulu namun tetap mengganti atau mengqadhanya di hari lain ketika ia telah sanggup berpuasa.

Wanita yang melahirkan di bulan Ramadhan tentu selanjutnya akan mengalami masa menyusui dan masa nifas, di masa tersebut juga merupakan masa penuh perjuangan dimana seorang ibu tidak hanya menghidupi dan bertanggung jawab untuk dirinya sendiri namun juga atas kehidupan dan perkembangan bayi yang dilahirkannya, baik atau buruk kondisi bayinya tersebut tentu berasal dari tindakan atau kasih sayang yang diberikan.

Jika memang wanita tersebut tidak berpuasa maka hal itu bukanlah masalah, tetap diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di kemudian hari, namun tetap menjalankan shalat setelah nifas selesai. Sebab itu wanita yang menyusui tak perlu khawatir akan diberikan beban berat, justru kondisinya tersebut bisa menjadi jalan ibadah dengan memberi yang terbaik untuk anaknya dan ia mendapat keringanan dari Allah(dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar





Belanja online

Cari Toko Bunga Bogor?