Selasa, Juli 06, 2021

"Kesunnatan" dan keutamaan tanggal 10 Dzul Hijjah itu adalah berkurban.

 





Tradisi Makan-Makan (Pesta) adakah dalam Islam?

Minggu ini adalah pekan akhir di bulan Dzul Qa'dah, berarti Ahad depan sudah masuk di awal bulan Dzul Hijjah, dan pada tanggal 10 dimulailah pemotongan (udlhiyyah) sampai di tanggal 14 nya, baik berupa Gibas, Kambing, Kerbau, Sapi maupun Unta.

Kalau demikian, tradisi (syari'ah) quban sebentar lagi akan dilaksanakan. Sekarang dan sebulan, bahkan lebih dari itu sudah banyak beranda FB, WA, IG himbauan untuk berkurban (bagi) yang lapang secara (finansial).

Terlebih, saat pandemi seperti saat ini, materi iklanpun digarap-buat cukup menarik, supaya menjadi daya tarik. Berlomba, supaya di hari raya nanti, banyak udlhiyyahnya dan bianyak juga distribusinya.

Sejatinya, memang di hari raya itu kaum muslimin disunnatkan makan-makan (pesta). Maka, yang mampu dianjurkan untuk berbagi, dengan cara menderma sebagian hartanya (yang berupa) hewan udlhiyyah. Untuk dibagi2, khususnya untuk mereka yang kurang mampu, yang bisa jadi (inilah) di mana saatnya bisa dapat asupan daging.

Tapi, jangan lupa bahwa "kesunnatan" tanggal 10 Dzul Hijjah itu adalah berkurban. Berkurban itu, jika tidak mampu boleh dengan yang lain (asal halal). Boleh menyembelih Ayam, Menthok, Bebek, Shoang, Angsa, Ikan Lele, dan boleh juga beli dagingnya (bagi) yang tinggal di kota-kota.

Sebagaimana Ibnu Abbas,  senantiasa menyembelih (walau)  hanya sekedar seekor Ayam.  Juga para ulama' setiap tanggal 10 dzulhijjah mentradisikan demikian, untuk dimakan (mayoran).

Berkurban, yang mampu tentu dengan udlhiyyah. Bagi yang belum cukup bisa dengan yang tadi disebutkan, supaya tidak (thoma'). Ketika tidak kebagian daging dari panitia,  nggak "nggrundel" "ngedumel" "mrangkel" bukan "mringkel" ya hahahahaha.

Sembelihan tadi buat "mayoran" (pesta) untuk keluarga di hari raya, bisa juga dibagikan kepada tetangga-tetangga.

ما لا يدرك كله لا يترك كله 

Yang tidak bisa ditunaikan semua,  bukan malah ditinggal semua.  Tetapi, dikerjakan bertahap (sekemapuan).

 الميسور لا يسقط بالمعسور

Suatu yang mudah, tidak gugur karena sesuatu yang susah.

So, jangan berkecil hati (bagi) yang belum mampu "udlhiyyah" berkurbanlah, walau hanya dengan "memotong" seekor Ayam, atau beli sekilo Lele.

Tapi Ingat, Jangan Lantas nanti meyakini, atau membenarkan bahwa Boleh "Udlhiyyah" dengan Ayam dan kawan-kawannya. Hahahaha

Semangat berkurban

Selasa, 6 Juli 2021 Ujung Bekasi

Semangat Bahagia.

Ust. Amin Songgirin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?