Jumat, Februari 26, 2021

My Way



 Kisah My Way didasarkan pada kisah nyata pria Korea bernama Yang Kyung Jong.Wilayah Korea pada 1928 diduduki oleh Jepang.Kim Jun Shik (Jang Dong gun) bersama ayah dan adik perempuannya bekerja untuk seorang pejabat Jepang.

Suatu hari, sang pejabat kedatangan cucunya dari Jepang, Tatsuo Hasegawa (Joe Odagiri).Tatsuo dan Kim Jun Shik sama-sama tertarik pada olahraga lari,semakin dewasa, mereka saling menjadi kompetitor.

Dalam suatu pertandingan, Kim Jun Shik menang lari dari Tatsuo

namun, kekalahan Tatsuo membuat malu Jepang dan akhirnya tidak membolehkan Kim Jun Shik ikut kompetisi,tidak ikut tanding berikutnya.Kim Jun Sik lalu beralih menjadi penarik becak.

Suatu ketika Kim diperbolehkan lagi untuk ikut tanding, akan tetapi ia lagi-lagi dicurangi pihak Jepang.dan memenangkan Tatsuo lagi,akhirnya yang warga korea yang meononton tidak terima dan terjadilah kerusuhan.

Semua yang ketahuan ikut rusuh dipaksa menjadi tentara pembela Jepang, termasuk Kim.

Waktu terus berlalu dan Tatsuo saat itu juga telah menjadi panglima perang. Dan Tatsuo lagi lagi bertemu kim yang saat itu menjadi tentara yang dipaksa mengabdi untuk jepang,dan sudah bisa ditebak ada rasa bersaing diantara mereka ,Tatsuo bahkan menekan kim. Tatsuo sebagai panglima dari tentara jepang loyal sekali terhadap perintah kaisar dan ini juga dipaksakan ke kim dan orang korea lainnya untuk berperang membela jepang.

Di sisi lain, Rusia telah memasuki wilayah kekuasaan Jepang di China dan akhirnya membuat Jepang kalah.

Disinilah titik tekan betapa tentara jepang begitu patuh akan perintah kaisar dan berani mati serta setia pada kaisar dan memaksakan kepada orang korea untuk ikut patuh dan mengikuti kebiasaan orang jepang.Tentara jepang terus mengobarkan perang sampai penghabisan sebelum ada berita atau informasi dari kaisar untuk menyerah atau mundur.

Sehingga tidak semudah itu bagi kim yang orang korea dan orang korea yang lain menerima begitu saja perintah untuk terus berperang ,kim berontak bahkan juga akhirnya melakukan perlawanan bersama orang korea walau saat itu jepang sudah kalah perang.

Kesetiaan yang tidak logika (taklid buta) dan cenderung doktrin yang dilakukan oleh tentara jepang saat itu membuat di segani oleh negara lain dan  Jepang mampu ekspansi ke negara negara lain termasuk di Indonesia.Perlawanan terhadap tentara jepang juga terjadi di negri ini. 

Kesetiaan sampai harus mati adalah keyakinan dan loyalitas bangsa jepang terhadap kaisarnya,bahkan pasukan tempur di udara dikenal dengan istilah kamikaze.

Islam sebagai agama yang sempurna juga mengenal istilah loyalitas dan dalam bahas a arab disebut Al wala'. Wala' orang islam adalah kepada Alloh dan Rasulnya,seorang muslim harus mencintai  Alloh dan Rasul mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi seluruh yang dilarang.

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (al-Maa`idah: 54-55)

Dan selalu menyertai nya adalah , al-bara’ berarti penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dibenci dan dimurkai Allah berupa perkataan, perbuatan, keyakinan dan kepercayaan serta orang. Jadi, ciri utama al-Bara’ adalah membenci apa yang di-benci Allah secara terus-menerus dan penuh komitmen.

"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (Ali ‘Imran: 28)

al-wala’ bermakna penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang disukai dan diridhai Allah, berupa perkataan, perbuatan, keyakinan, dan orang (pelaku). Jadi, ciri utama orang Mukmin yang ber-wala’ kepada Allah SWT adalah mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah. Ia mengimplementasikan semua itu dengan penuh komitmen,mengikuti juga apa yang sudah di contohkan Rasul Muhammad SAW.

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS Al-Ahzab : 21)

Semua aturan yang sudah ada dalam Alqur an dan hadist patut di ikuti tanpa alasan. Loyal yang tertinggi tanpa ragu karena Alloh menghadiahi surga bagi hambaNYA yang taat dan wala'terhadap NYA.

keberadaan muslim yang loyal dengan wala’ dan bara’ ini dan teguh serta loyal pada Islam saat ini sangat dibutuhkan di tengah umat. Meskipun dia terkadang harus menghadapi cobaan yang berat, karena muslim ini yang mampu mencegah kemaksiatan untuk menghindari murka Allah.”Sepanjang manusia masih ada, sepanjang kiamat belum ada, meskipun langka akibat beratnya cobaan yang harus dihadapi, akan selalu ada di setiap zaman orang-orang muslim yang wala’ dan bara’ ini, ia akan melawan dengan segala kemampuannya terhadap siapapun yang merongrong agama Allah di atas muka bumi. Pada akhirnya, golongan inilah yang menang. Bagaimana sejarah mencatat kemenangan yang selalu di raih oleh muslim saat peperangan melawan musuh,kalau Al Quran dan hadist sebagai pegangan,juga keloyalan kepada Alloh dan Rasulnya tetap terjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?