Selasa, Januari 12, 2021

Lakukan yang dikatakan


Erdogan
 

  Sosok karismatik ini merupakan pendiri dan sekaligus pengendali partai berhaluan Islam itu. Sejak 2002 AKP selalu menang pemilu. Kemenangan tersebut kemudian mengantarkan Erdogan menjadi perdana menteri (PM) selama 12 tahun, lalu presiden sejak 2014 hingga sekarang.

  Beberapa media Arab menyebut AKP dan Erdogan sebagai contoh kemenangan Islam politik (al-Islam as-siyasi), bukan hanya di Turki melainkan juga di dunia Islam. Tidak mengherankan bila banyak orang Islam yang ngefans berat terhadap Erdogan, termasuk di Indonesia. Bahkan, Turki Erdogani pun dijadikan role model bagi mereka yang memperjuangkan Islam politik.
 Beberapa sektor diperhatikan terutama sektor ekonomi yang berhasil menjadi kekuatan ke 10
   Keberhasilan Turki Erdogani sesungguhnya ditempuh lewat gerbang ekonomi. Bayangkan, hanya dalam tempo 10 tahun, Turki yang sebelumnya disebut sebagai negara sakit telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi ke-10 di Eropa. Langkah yang ditempuh antara lain menggenjot sektor industri dan jasa, selain tetap mengandalkan pertanian.Sektor pariwisata, Penghasilan per kapita yang tadinya di bawah 4.000 dolar naik menjadi di atas 12 ribu dolar . Terkait dengan peran militer yang sering mengudeta kekuasaan sipil, ia bersiasat Turki penting menjadi anggota Masyarakat Eropa (ME) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).Ia tahu syarat utama menjadi anggota di dua organisasi ini, sebuah negara harus menerapkan demokrasi. Prasyarat demokrasi adalah tidak adanya campur tangan militer dalam urusan politik. Inilah yang sukses dilakukan Erdogan. Kini peran militer sebatas pertahanan negara alias kembali ke barak.  Dan masih banyak lagi keberhasilan dari pemerintahan erdogan.

Umar bin Abdul Aziz

   Umar bin Abdul Aziz memimpin Dinasti Umayyah selama tiga tahun dari 717 hingga 720 M. Meski hanya tiga tahun, jasanya begitu besar dalam membangun dan menyebarluaskan agama Islam. Umar bin Abdul Aziz adalah pemimpin umat yang adil dan bijaksana. Ia begitu jujur. Selama tiga tahun memimpin, semua rakyat yang berada dalam lindungan Dinasti Umayyah hidup berkecukupan alias sejahtera. Baginya, jabatan adalah ujian. Simak pidato kenegaraannya yang begitu diamanahi kursi khalifah, Wahai saudara-saudara! Aku telah diuji untuk memegang tugas ini tanpa meminta pandanganku terlebih dahulu dan bukan juga permintaanku serta tidak dibincangkan bersama dengan umat Islam. Sekarang aku membatalkan baiat yang kalian berikan kepadaku dan pilihlah seorang Khalifah yang kalian sukai. Tiba-tiba orang-orang serentak berkata: Kami telah memilihmu wahai Amirul Mukminin, dan kami rida kepadamu. Maka, uruslah urusan kami dengan kebaikan dan keberkatan. Begitulah pemimpin yang sejati. Ia tak haus kekuasaan, apalagi mengejar jabatan dan kedudukan dengan menghalalkan segara cara. Umar adalah teladan bagi umat Islam. Ia tak hanya menyejahterakan rakyatnya. Menurut Dr Syauqi, Umar bin Abdul Aziz juga sangat peduli dengan kelestarian lingkungan hidup. As-Suwaida menjadi saksi kepeduliannya.

   Daerah yang awalnya gersang itu oleh Khalifah yang adil dan bijaksana itu ditanami dan dihijaukan dengan pepohonan. Khalifah Umar bin Abdul Aziz membiayai sendiri penanaman pohon di as-Suwaida dengan harta kekayaannya, papar Dr Syauqi. Tak cuma itu, ia juga membuat sumur di as-Suwaida. Ia hidup sederhana dengan pendapatan sebesar 200 dinar dan sekantong buah kurma.

Sungguh ada pelajaran diantara dua cerita di atas.

   Lakukan apa yang engkau katakan itulah yang seharusnya dilakukan pemimpin yang dalam masa kampanye saat pemilihan lebih banyak  berjanji namun tidak di tepati, Kalau Merpati tak pernah ingkar janji bagiamana kalau manusia...wah ke laut..dah. Tidak usah pencitraan tidak usah memaksakan jika tidak akan bisa melaksanakan dalam kenyataannya.

   Pepatah bilang, lidah tak bertulang. Betapa sering dusta diucapkan melalui organ yang satu ini.  Tidak terhitung lagi betapa banyak kita ingkar terhadap ucapan lidah sendiri.

   Kisah dua tauladan diatas adalah contoh pemimpin yang bergerak dan bekerja untuk masyarakatnya ,aktif mendengar dan melakukan serta membuktikannya,tidak hanya NATO (Not Action Talk Only) atau OMDO(omong doang).

   Beda rasa kalau seorang pendakwah dalam kehidupan sehari hari sesuai dengan apa yang di dakwahkannya dalam perbuatannya dibanding dengan yang hanya ngecap atau bicara di mimbar namun kehidupan sehari hari tidak tergambar dalam ucapan di mimbar.

   Semoga kita menjadi manusia yang selalu sama antara perkataan dan perbuatan dalam aktifitas sehari hari.



"Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS ash-Shaff: 2-3).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?