Kamis, Januari 14, 2021

Jangan Zhalim



 Raja Namrud zhalim mati karena nyamuk,Mustafa kamal zhalim mati bau busuk tragis tanah saja menolak jasadnya,Ariel sharon Israel Zhalim mati dengan kondisi kurus tinggal tulang membusuk,bau dan akhirnya mati. Mereka dulunya seperti berkuasa penuh dan untuk rakyat yang dizhalimi terasa berat menjalani di saat mereka berkuasa dan kapan mereka akan jatuh atau mati.

   Alkisah di negri anta beranta di dapati adanya sesorang yang sedang mempunyai kewenangan yang seolah tidak terbatas,segala kemauannya harus si penuhi bahkan harus menabrak rambu rambu kesopanan dan memaksakan kehendak (bahasa kerennya zhalim).
   Beliau selalu membuat kondisi menjadi tidak nyaman dengan keberadaanya, kalau pun ditanyakan selalu beranggapan sudah aturan,
 Dengan sombong nya dan serasa kuat akhirnya malah memaksa bahkan tanpa peduli.Tobatlah bagi mereka yamg zhalim sebelum maut menjemput dan merugi.

   Apa yang terjadi kemudian tidak terasa dan waktu berlalu lewat lama, terdengar dirinya mengalami kejatuhan. Beliau yang zhalim mengalami sakit dan tidak banyak yang bisa menolong dirinya sendiri. Disini beliau baru menyadari apa yang sudah dia lakukan dahulu ,menangis menyesali apa yang pernah di lakukan dahulu. Ber ikhtiar mencoba menemui masyarakat yang dulu di paksa ,namun tidak ditemui yang  akhirnya menyesal dan menyesal meratapi sakit 
Yang di derita sampai meninggal nya sungguh tragis.

 Jangan Zalim! (Terjemahan tulisan ust.Catatan Ustadz Muizz Abu Turob)

Sesungguhnya kezaliman selamanya tidak dapat dibenarkan. 
Sekali kita berbuat zalim, menyesal selamanya. Jangan sampai itu terjadi pada diri kita.
Rasulullah ﷺ bersabda,
واتقِ دعوةَ المظلومِ ، فإنه ليس بينَه وبين اللهِ حجابٌ.
"Takutlah doa orang terzalimi, karena antara ia dan Allah tidak ada pembatas."
(HR. Bukhari, no. 1496)
ثلاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَاباتٌ لهُنَّ ، لا شَكَّ فيهِنَّ :دَعْوَةُ المَظْلومِ...
"Tiga doa mustajab, tidak diragukan lagi; doa orang terzalimi..."
(Shahih al Adab al Mufrad, no.24)
Seseorang mengisahkan seraya menasihati; "Siapa yang mengetahui kisahku ini, jangan pernah sekali-kali berbuat zalim!" 

Ia memulai kisahnya; 

   Karena dahulu ia terbiasa mem-back-up para preman menzalimi manusia, dan ia sendiri orang yang paling zalim di antara mereka. Suatu hari ia berjalan menuju tepi sungai, lalu melihat seorang tukang jala ikan yang fakir telah mendapatkan seekor ikan besar. Si zalim itu takjub dengan ikan itu, ia segera mendatangi si tukang jala seraya membentaknya dengan ucapan yang kasar; "Hai kamu, berikan ikan ini kepadaku!"
Si tukang jala menjawab; "Hanya ini jatah makan anak-anakku." 
Si zalim langsung memukulnya dan merebut paksa sambil marah-marah dan pergi meninggalkannya.Di tengah perjalanan pulang tiba-tiba ikan itu menggigit tangan si zalim itu dengan kuat.
  Tatkala sampai rumah, ia langsung membanting ikan itu dari tangannya, sedang si ikan telah membuat luka di bagian jempolnya. Ternyata itu membuatnya merasakan sakit hingga tidak dapat tidur pada malam harinya karena lukanya terlalu perih.
   Pada pagi harinya lelaki itu mendatangi dokter untuk mengutarakan keluhannya, si dokter pun mengatakan bahwa jempolnya harus segera diamputasi, jika menunggu lebih lama kemungkinan besar harus dipotong sampai siku.Lelaki itupun pulang ke rumah dalam kondisi bingung, ia tak tahu mana yang harus dipilih. Beberapa jam kemudian seluruh tangannya merasakan sangat sakit, bahkan menjalar hingga lengan atas. Ia pun kembali ke dokter untuk meminta tolong, si dokter memberi solusi supaya tangannya dipotong hingga siku. 
  Untuk kali ini lelaki itu menuruti nasihat dokter. Ternyata sakit itu tidak berhenti begitu saja bahkan menjalar hingga lengan atas, dan terasa lebih sakit daripada sebelumnya. Dokter berkata kepadanya; "Kamu harus diamputasi hingga bahu supaya sakit tidak tersebar ke seluruh tubuh."Lelaki itupun benar-benar mengamputasi lengannya.
   Orang-orang mulai bertanya kepadanya, apa sebab tangannya diamputasi, lelaki itu menjawab, "Karena si pemilik ikan." 
Suatu hari ia menceritakan kisah itu kepada seorang Syaikh. Syaikh itu berucap kepadanya, "Seandainya engkau sejak awal mendatangi pemilik ikan itu, meminta maaf, dan meminta keridhaannya, tentu tanganmu tidak akan diamputasi."
Syaikh itu menasihatkan supaya ia menemui pemilik ikan, meminta keridhaan, dan memohon maaf agar sakitnya tidak menjalar ke seluruh tubuh.
Lelaki itu mencari si pemilik ikan dari desa ke desa hingga akhirnya menemukannya. Lelaki itu langsung mencium kedua kakinya dan menangis sejadi-jadinya. Ia bersumpah demi Allah agar memaafkannya. Si pemilik ikan terkejut dengan sikapnya seraya bertanya, "Siapa anda?" 
  Lelaki itu menjawab, "Saya lah yang waktu itu mengambil paksa ikan Anda."
Ia sebutkan kisahnya secara lengkap. 
Si pemilik ikan menjawab bahwa ia telah memaafkannya semenjak mendengar musibah yang menimpanya.
Lelaki itu bertanya apakah ia mendoakan keburukan kepadanya saat mengambil ikan itu secara paksa?
Si pemilik ikan itu mengiyakan. 
"Saat itu aku berdoa; Ya Allah, sesungguhnya lelaki itu merasa lebih kuat dariku, hingga ia zalim hanya karena rizki yang Engkau berikan padaku, maka tunjukkanlah kepadaku kuasa-Mu atasnya."
Sesungguhnya doa orang terzalimi itu tidak tertolak, antara ia dan Allah tidak ada pembatas, yang dengannya terbuka pintu-pintu langit. 
Jauhilah perbuatan zalim! Karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.
Catatan Ustadz Muizz Abu 
# Diterjemahkan dari chanel Telegram الإسلام سؤال و جواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?