Senin, Januari 25, 2021

Bersyukur kala sulit


Gambar dari berbagai sumber

Diriku...

Tidak mengira akan seperti ini jadi nya

Diriku...

Selalu berkeinginan membantu sesamanya

Diriku...

Selalu ingin dapat kasih sayang dari Alloh

Diriku...

Menangis dalan hati dan ber istighfar 

Diriku...

Yakin akan kebesaran Alloh yang selalu membantu hambaNYA

Diriku...

Yakin kala sulit menerpa dan terasa tidak tertahankan tuk menghadapinya,Alloh memberikan kasih sayangNYA


Sepenggal lagu ebiet menjadi alunan renungan,

Kita masih bersyukur bahwa kita masih diberi waktu

Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung

Hanya atas kasih NYA ,hanya atas Kehendak NYA....

   

Ulama besar yang baru saja wafat Alm.Syeikh Ali Jaber mengatakan , Menurut saya kemuliaan seseorang, bukan di saat lagi santai, justru diuji kemuliaan akhlak seseorang ketika sedang ditimpa musibah, dan beliau pasrahkan kepada Alloh SWT.

   Bukanlah hal mudah menenangkan hati dengan bersyukur ditengah kesulitan, tapi keadaan akan lebih mudah dikala kita mampu untuk bersyukur, keadaan akan lebih ringan dikala kita mampu yakin untuk berbaik sangka pada Allah.

  Terus berusahalah tegar menghadapi segala yang terjadi dengan bersyukur walau keadaan sangat tidak memungkinkan untuk tenang dan baik-baik saja, karena saat kita bersyukur maka Allah akan menambahkan kebaikannya untuk kita.

  Karena semakin kita bersyukur, tak peduli dalam keadaan yang buruk atau baik sekalipun, niscaya Allah akan menambahkan kebaikannya dengan sempurna.

  Selalu yakin akan pertolongan Alloh dan pasti datang,mungkin kalau menulis gampang beda bagaimana yang mengalami nya dan itu yang akan didengar oleh mereka yang pesimis,yakin ,yakin ,yakin dibalik kesulitan akan ada kemudahan.

  Kisah kisah dibawah ini mengalami kesulitan yang terjadi dan ternyata Alloh lebih sayang dan justru menyelamatkan.

Kisah dibalik tragedi sriwijaya air

Namanya Rachmawati. Ia orang Mempawah, Kalimantan Barat. 35 tahun silam, ia pernah jadi Qoriah Internasional. Kini bekerja sebagai pegawai di Kemenag RI. Sabtu siang, ia sudah bersiap menuju bandara dan hendak terbang ke Pontianak. Tiket sudah dipesan. Pesawatnya Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182. Berangkat pukul 14.00 WIB.

Hanya saja, hasil tes PCR-Swabnya telat keluar. Layanan kesehatan tempatnya tes Covid baru bisa mengeluarkan resume medis, Sabtu siang, atau nyaris bertepatan dengan jadwal take off. Rachmawati pasrah. Ia memilih membatalkan keberangkatan, dan memesan tiket maskapai lain untuk terbang Minggu, pagi ini.

   Mendadak ia merasa sangat bersyukur. Gara-gara hasil PCR-nya telat keluar, ia terhindari dari tragedi. Tuhan belum melist-nya dalam daftar sebagai korban Sriwijaya Air yang jatuh, Sabtu (9/1) kemarin.

   Atma Budi Wirawan punya kisah berbeda. Bersama tujuh anggota keluarganya, mereka sudah memesan dan membeli tiket Sriwijaya Air untuk terbang ke Pontianak, Sabtu siang. Begitu mendengar bahwa semua penumpang yang hendak terbang ke Kalimantan Barat harus mengantongi hasil tes swab Covid-19, Budi dan keluarganya dilema. Delapan orang itu sama dengan 9,6 juta rupiah.

   Mereka lalu berembuk. Kesepakatannya, tiket pesawat biarkan hangus. Mereka memilih naik kapal Pelni. Harganya Rp220 perorang, jauh lebih murah dari biaya PCR. Meski harus melewati perjalanan panjang dan mungkin lelah karena berlayar, opsi itu dipilih demi menghindari tes swab. Minggu pagi ini, mereka tiba di Pontianak. Mendengar informasi soal tragedi Sriwijaya Air, semuanya tertegun. Andai tetap ngotot untuk terbang dan tidak mempersolkan biaya tes swab, bisa saja situasinya berbeda bagi mereka.

Kisah saya kutip dari portal berita nasional yang relatif kredibel. Jadi informasinya bisa dipercaya. 

Kisah lain diambil dari POSKOTA,07 agustus 2020

Huzail (56), driver ojek online (Ojol), mengungkapkan sulitnya medapatkan order selama masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pandemi virus corona atau Covid-19 mengurangi penghasilannya. Kesehatan, kedamaian, keluarga yang berbahagia, bahkan sahabat yang baik sekalipun merupakan rezeki yang Allah berikan kepada kita," ujarnya.

   Selain terus berusaha, ia juga kerap berdoa agar diberikan kemudahan dalam mencari nafkah untuk keluarganya. Sebab, tanggungannya sebagai kepala keluarga bukan hanya memberikan makanan, namun juga harus membayar listrik, biaya sekolah anak dan lainnya.Huzail menambahkan, selama pandemi Covid-19 ini dirinya juga tak jarang mendapat uang lebih atau tips dari order yang ia jalankan. Baik itu order mengantar penumpang, barang maupun makanan."Biar jarang dapat order, tapi memang ada saja yang memberikan uang tips, ya alhamdulillah, rezeki kita sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana kita menjemputnya," tuntas mantan pekerja di salah satu mal besar di Jakarta Pusat ini. 


Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

   Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah" (QS. Al-Hadid: 22).
   Penting untuk diingat: Apa yang tidak kita syukuri sekarang mungkin anda akan syukuri nanti. Terkadang keadaan yang kita anggap menyulitkan, mengecewakan ataupun menyakitkan ternyata bisa menguntungkan kita. Kita biasanya tidak melihat gambaran besarnya sampai beberapa waktukemudian.Anindya jati andri.M.Psi(Psykolog).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?