Senin, Desember 07, 2020

TAK ADA SELEMBAR DAUN YANG JATUH TANPA SEIJIN ALLAH

gambar ilustrasi dari berbagai sumber

Tere liye: Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin,dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja Tak melawan mengikhlaskan semua.

   Tidak terasa air mata ini ikut menetes tatkala mendatangi teman yang baru saja ditimpa musibah .beliau baru saja di tinggal istri untuk selamanya ,istri yang dicintai di panggil oleh pemilikNYA Yaitu Alloh SWT. Saat sebelum meninggal saya masih mendengar kata kata dari istrinya yang saat itu memang sedang tidak enak badan,teman saya pun memang sedang juga dalam kondisi sakit. Berita kepergiannya begitu cepat sekali sampai saya pun bertanya kepada kawan kawan yang lain untuk meyakinkan kebenaran berita istri kawan saya meninggal. Serasa setengah badan ini mati,kalau saya ingin menyelami suasana hati teman saya,anak yang ditinggal kan masih kecil dan sudah ditinggal ibunya,tentu begitu berat rasanya dengan suasana seperti ini.

   Kepergian istri teman saya ini,menambah deretan berita kematian manusia dan juga yang saya kenal dan di hormati. Begitu dekat dengan berita kematian kawan saya pa Arif dan pa Umar ,begitu dekat berita kematian orang yang saya hormati dan juga seorang psikiater terkenal Prof .Dr.Dadang Hawari. Bagai laju air sungai saja ,dengan derasnya berita kematian yang cepat dan berturut turut.

   Berita kematian menjadi sebuah kode bagi kita bersama Bahwa kematian itu dekat ,sudahkah bersiap diri menghadapi, dan juga tentu semuanya sudah tertulis waktunya. Bahkan daun saja yang jatuh dari pohonnya pun sudah juga ada tulisannya.

   Membayangkan bahwa semua kejadian dalam hidup  ini bukanlah kejadian yang sekehendak manusia. bahwa tidak ada yang namanya kebetulan ,semuanya sudah tertulis. Kita tidak menyadari atau sering lupa bahwa disamping kiri dan kanan bahkan atas dan bawah,ada kehidupan yang lain dari mahluk yang lain ,ada tanaman ,ada hewan yang semua berjalan dalam kehidupan dan semua akan mati, dan habis.

   Masihkah kita mau berbuat sombong dan angkuh,membanggakan kekuasaan dan kekuatan serta kenikmatan yang tidak kekal.

   Tidak banyak manusia yang mencapai kekuasaan dan kenikmatan  justru menangis karena beratnya amanah yang di emban, Tidak banyak manusia yang mencapai kekuasaan dan kenikmatan justru merasa menjadi awal dirinya akan hancur sehingga dalam melaksanakan kekuasaan penuh dengan tanggung jawab, Tidak banyak manusia yang berkuasa dan merasakan nikmat akan lebih dekatnya kematian sehingga selalu mengingat dosa dan selalu ingat akan pemilik kekuasaan yaitu Alloh SWT , sungguh kebanyakan mereka yang berkuasa dan merasakan kenikmatan lupa...,mereka bersumpah atas nama tuhanNYA hanya sekedar ucapan di mulut,mereka berjanji tidak akan melakukan korupsi justru yang akhirnya melaksanakan.

   Semuanya itu lah yang merajut benang² peristiwa dalam hidup kita. Agama sudah mengaturnya maka kita wajib mengimani dan melaksanakan perintah dari NYA. Beribadah dan selalu berdoa dan bersyukur adalah tanda bagi manusia sebagai Mahluk NYA ,yang sangat tergantung pada NYA.

   Dialah Allah Yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa, sebagaimana mereka berawal dan berakhir. Dia pulalah yang menentukan setiap gerakan bintang- bintang di jagat raya, kondisi setiap yang hidup di bumi, cara hidup seseorang, apa yang akan dikatakannya, apa yang akan dihadapinya.

Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an

“Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. *Dia mengatur urusan (makhluk-Nya),* dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 2)

"Dalam ayat lain dikatakan, Allah SWT berfirman"

“Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. *Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya.* Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Al-An’am 6: Ayat 59)

“Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar 54: Ayat 49)

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. *Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”* (QS. Al-Hadid 57: Ayat 22)

   Apapun masalah yang dialami dalam hidup kita, sebesar ataupun sekecil apapun peranannya, adalah sudah dituliskan. Apapun peristiwa yang terjadi dalam hidup ini, sepenting ataupun seremeh apapun, adalah juga sudah dituliskan. Apa yang harus kita khawatirkan? Jika kita dibuatNya begini, menjadi seperti ini, di jalan ini, maka ini bukanlah trial dan errornya Allah atas hidup kita. Bukan lahan coba² bagi Dia untuk hidup kita. Sekuat apapun kita menolak dan menghindar, bila itu sudah disahkan atas hidup kita, maka bagaimanapun caranya hal itu akan tetap terjadi jua. Begitupun sebaliknya, karena tidak ada selembar daun pun yang jatuh tanpa seijin Allah.

Penulis juga dalam proses untuk menjalaninya dan menjadikan tulisan ini cermin pribadi dalam melaksanakan di kehidupan sehari hari.

Ikut  berduka cita sangat dalam





Yang saya hormati juga wafat






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?