Rabu, November 25, 2020

Manusia haruslah menjadi orang yang kuat

 


 "Khalil Gibran: "Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang. Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh."

   Tidak ada yang terlalu istimewa cerita kehidupan bang Jalu dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama selain prestasinya mewakili sekolah untuk kegiatan kompetisi dan meraih juara ketiga. Dalam masa ini yang tertanam dalam diri bang jalu hanyalah mendapatkan nilai dari pikiran sendiri bukan hasil contekan.

   Mulai sekolah menengah atas bisa kelihatan dari kehidupan bang jalu. Dilaluinya masa saat SMA di mana Bang Jalu merasakan persaingan oleh sesama teman dan juga merasakan ketidak adilan oleh gurunya entah karena apa. Bang jalu menjalaninya dengan Sabar ,dilaluinya saat SMA  dengan prestasi juga dimana bang jalu mewakili untuk ikut kompetisi ,disinilah letak persaingan sesungguhnya. Rekan satu sma yang kelihatan bersaing dengan bang Jalu didalam sekolahan ternyata tidak ada apa apanya saat bertanding dan berkompetisi di luar,bahkan bang Jalu berkompetisi dengan SMA favorit. Alhamdulillah mendapat juara ke tiga dalam sebuah kompetisi bergengsi kompetisi matematika ,sementara teman satu sekolahnya tidak terdengar prestasinya ,bang Jalu bisa berprestasi sementara temannya hanya jago kandang dan itupun penuh dengan kongkalikong untuk menjatuhkan bang Jalu. Bang Jalu juga mendapat ketidak adilan dengan sikap gurunya, Namun dengan sabar dijalaninya sampai membuktikan kepada guru yang tidak adil bahwa bang Jalu lebih berpretasi dibanding yang lain.

   Lepas Sekolah Menengah Atas (SMA) bang jalu masuk perguruan tinggi ,disini bang jalu lebih diasah untuk mensikapinya,berbekal dari pengalamannya di SMA.

   Di kampus Bang jalu mengikuti kegiatan kemahasiswaan dengan masuk organisasi,sikap kritis yang didapat saat merasakan ketidak adilan di SMA menjadikan bang Jalu juga mampu mengkondisikan dirinya. Dijalaninya organisasi kemahasiswaan dengan prinsip kebenaran walau yang harus dihadapi adalah seniornya sampai menjadikannya disegani dan di hormati.

   Berjalannya waktu terus mengasah bang Jalu lebih berprestasi,ternyata ada yang tidak suka terhadap keberhasilan bang Jalu dengan menghasut dan memprovokasi nya sehingga banyak yang mulai tidak menyukai bang Jalu.

  Keberhasilan bang Jalu di organisasi tidak tertahankan sehingga di nominasikan menjadi  salah satu wakil dari organisasi mahasiswa untuk di oganisasi kemahasiswaan antar universitas,banyak hambatan dan yang mencegah bang Jalu untuk maju,namun dengan ridho Alloh dan sudah suratan ,apapun kendala semua di lewati.

  Bang Jalu dengan posisinya sekarang lantas tidak terlena dan selalu kritis serta berani mengatakan kebenaran , tidak takut akan jatuh dari  posisinya karena kritis terhadap kecurangan   dan pasti tidak akan mempertahan kan dengan cara yang salah, bahkan  dengan segala cara. Dilakukannya semua kegiatan untuk menegakkan kebenaran dan menjadi amal ibadah baginya.

  Kritis ,dan selalu kritis untuk ber argumen disertai dengan pendukung berupa data  yang kuat yang menyebabkan Bang Jalu menjadi tidak tertahankan menjadi lebih dikenal sehingga dikenalah sebutan untuknya ,Seorang fighter kebenaran,tidak pernah takut akan sesuatu jika terkait kebenaran,berani melawan walau harus mengorbankan semuanya.

Kisah Lukman(semoga kisah ini menginspirasi)

  Dalam sebuah kesempatan, saat Luqman mengajari puteranya dengan kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat, Luqman berkata, ”Wahai putraku! Lakukanlah hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi agama dan duniamu. Terus lakukan hingga kau mencapai puncak kebaikan. Jangan pedulikan omongan dan cacian orang, Sebab takkan pernah ada jalan untuk membuat mereka semua lega dan terima. Takkan pula ada cara untuk menyatukan hati mereka.

”Wahai puteraku! Datangkan seekor keledai kepadaku, dan mari kita buktikan.”

Luqman bermaksud mengajak puteranya jalan-jalan di tengah masyarakat untuk membuktikan bahwa membuat semua orang “legawa” itu sangatlah sulit. Bahkan bisa dibilang sama sekali tidak mungkin terjadi.

Apapun yang diperbuat oleh seseorang akan selalu ada yang mempersalahkan. Selalu saja ada yang tidak setuju. Kemudian perjalanan mereka segera dimulai.

Luqman menaiki keledai dan menyuruh puteranya berjalan menuntun keledai. Sekelompok orang yang menangkap pemandangan –yang menurut mereka- aneh tersebut, segera berkomentar mencaci: ”Anak kecil itu menuntun keledai, sedang orang tuanya duduk nyaman di atas keledai. Alangkah congkak dan sombongnya orang tua itu.”  Luqman pun berkata: ”Puteraku, coba dengar, apa yang mereka katakan.”

Luqman lalu bergantian dengan puteranya, kini giliran Luqman yang menuntun keledai, dan puteranya naik di atasnya. Mereka melanjutkan perjalanan hingga bertemu sekelompok orang.

Tak pelak, orang-orang pun segera angkat bicara setelah menangkap pemandangan yang tak nyaman di mata mereka. ”Lihatlah, anak kecil itu menaiki keledai, sementara orang tua itu malah berjalan kaki menuntunnya. Sungguh, alangkah buruknya akhlak anak itu.”  Luqman kemudian berkata kepada puteranya: ”Anakku, dengarlah apa yang mereka katakan.”

Mereka berdua melanjutkan perjalanan. Kali ini, keduanya menaiki keledai mungil itu. Mereka berdua terus berjalan hingga melewati sekelompok orang yang duduk-duduk di pinggir jalan. Lagi-lagi, mereka unjuk gigi saat melihat Luqman dan puteranya.

”Dua orang itu naik keledai berboncengan, padahal mereka tidak sedang sakit. Mereka mampu berjalan kaki. Ahh, betapa mereka tak tahu kasihan pada hewan,” sindir seseorang yang melihat luqman. ”Lihatlah apa yang mereka katakan, wahai puteraku!” Luqman kembali menasihati puteranya.

Tanpa menghiraukan caci maki orang-orang itu, Luqman dan puteranya kembali melanjutkan perjalanan. Terakhir kali, mereka berjalan kaki bersama, sambil menuntun keledai.

”Subhanallah! Lihat, dua orang itu menuntun keledai bersama, padahal keledai itu sehat dan kuat. Kenapa mereka tidak menaikinya saja? Ahh, betapa bodohnya mereka.” 

”Dengarlah apa yang mereka katakan! Bukankah telah aku katakan padamu? Lakukan apa yang bermanfaat bagimu dan jangan kau hiraukan orang lain. Aku harap kau bisa mengambil pelajaran dari perjalanan ini,” kata Luqman mengakhiri perjalanan bersama puteranya.

Cerita kebijaksanaan Luqman di atas dapat dipetik hikmahnya, bahwa manusia haruslah menjadi orang yang kuat, sehingga memiliki pendirian yang teguh dan kokoh. Tidak goyah dengan terpaan angin. Tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?