Sabtu, Oktober 03, 2020

Raihlah yang lebih tinggi

 

Gambar adalah sebuah kepasrahan ada di pasar kue,pedagang kue mereka jalani,sumber kue dari tempat yang sama,mereka hanya cari lebih sedikit,mereka ingin berubah namun sudah tidak punya daya...dan mereka tetap berjualan walau dengan keuntungan tidak besar,mereka tetap bisa hidup.

   Ber awal dari penulis melihat acara televisi  OKE BOS Rafi Ahmad dengan tamunya yaitu ustad syeikh Ali Jabber (semoga beliau selalu dalam perlindungan Alloh SWT). Ada kalimat yang beliau utarakan perihal bagaimana seorang muslim itu bersikap pasrah ketika ada ujian. Syeikh mengatakan sikap pasrah seorang muslim ada sebagaimana mayat atau tubuh yang sudah meninggal ,yang bisa di baringkan saat hendak di mandikan tidak ada perlawanan,begitu juga dengan seorang muslim ketika ikhtiar sudah dilakukan maka tinggal memasrahkan semuanya kepada Alloh,karena Alloh Maha berkehendak untuk MahlukNYA mau diapakan terserah Alloh punya kemauan.

   Kepasrahan harus lah menjadi kepasrahan yang total dan tidak setengah setengah. Kepasrahan total kepada Alloh adalah dimana manusia mengikuti apa yang sudah ditulis tentang Kehidupannya,berprasangka baik kepada Alloh SWT ,apa yang terjadi sudah menjadi catatan hidup nya. Dan seyakin yakin nya bahwa Alloh sudah memilih yang terbaik, apalagi manusia sebagai hambaNYA sudah menjadi hamba yang taat beribadah,banyak melakukan perbuatan baik,sering melakukan ibadah sunnah dan kebaikan lainnya. 

   Lakukan lah kebaikan terus tanpa berkurang dan terus lakukan ketika kenginan manusia sudah terkabul. Jangan lah seperti meninggalkan kegiatan kebaikan sebagaimana mengikuti ujian atau lamaran atau ujian tiga bulan sebelun jadi karyawan terlihat baik dan setelahnya kelihatan aslinya.

   Tauladan yang bisa dijadikan pelajaran adalah kisah nabi Ibrahim yang dibakar oleh Raja Namrud dimana nabi Ibrahim selamat dan pengorbanan Ismail dalam peristiwa Qurban.

   Ada dua kisah yang bisa menjadi gambatan kepasrahan ,dan semoga mengingatkan kita lagi tentang kepasrahan.

   Kisah Induk rusa dan anaknya yang terjebak dalam kebakaran hutan besar,induk rusa diyakini sudah berusaha untuk menyelamatkan dirinya dan anaknya,rusa terkenal dengan loncatannya yang jauh dan cepat berlari,namun tidak dilakukan karena sedang mengasuh anaknya dan kelihatan tidak bisa melewati kebakaran hutan,akhirnya rusa pun hanya melindungi anaknya ditengah api yang mendekat ke tubuhnya,dengan kepasrahan yang tinggi dan menyerahkan sepenuhnya kepada Alloh. Kalau kalau pun harus mati bersama anaknya mungkin sudah jadi suratannya. 

   Namun apa yang terjadi sungguh Alloh punya rencana ,dibelokkannya api yang tadinya sudah mendekat ,akhirnya menjauhi mengikuti pohon pohon lain yang mudah terbakar dan akhirnya selamat lah rusa dan anaknya.

   Kisah ke dua ini diambil dari buku Mutiara Indah yang disusun oleh KH. Moch. Djamaluddin Ahmad (dari Kitab Sharhul Hikam ) . Ada seorang yang bernama Thariq As Shadiq. Dia dijuluki As Shadiq karena dia jujur dan pasrah kepada Allah saat dia terjatuh ke dalam lubang sumur  yang kosong. Kemudian ada rombongan Haji yang melewati sumur itu. Diantara mereka ada yang berkata, "Hendaknya kita menutup mulut lubang ini , supaya tidak ada orang yang terjatuh ke dalamnya". Thariq As Shadiq berkata dalam hatinya , "Apabila engkau orang yang jujur (wahai nafsu), maka diamlah."Thariq As Shadiq pun diam tak berkata-kata. Dan rombongan haji itu pun menutup sumur itu kemudian melanjutkan perjalanannya. Tentu saja sumur yang ditempati Thariq tersebut menjadi gelap gulita. Tiba-tiba ada dua lampu yang mendekatinya dan dia melihat cahayanya. Tak disangkanya ternyata dua lampu itu adalah dua mata ular yang sangat besar yang menghampirinya. Lalu Thariq As Shadiq berkata dalam hati, "Dalam kondisi seperti ini, aku akan mengetahuimu, apakah kamu termasuk orang yang jujur (benar-benar pasrah) atau bohong."

  Sewaktu ular tersebut mendekati Thariq, dia menyangka ular tersebut akan memakannya. Akan tetapi tak disangka ular itu kembali ke atas dan mengikatkan ekornya ke leher dan kedua kakinya. Kemudian membawanya seperti anak kecil. Ular tersebut mengangkat segala sesuatu yang ada di mulut sumur dan melepaskan tubuhnya ke permukaan bumi. Lalu Thariq mendengar suara yang tidak diketahui siapa yang berkata "Ini adalah kelemah lembutan Tuhanmu, karena Alloh telah menyelamatkan dirimu dari musuhmu (sumur ) dengan musuhmu (ular). Kisah kedua ini di ambil dari kompasiana.

  Dua kisah yang menggetarkan. Di balik cobaan, ada nafsu yang mengorek-ngorek hati dan dibutuhkan kepasrahan tingkat tinggi. Kalau tidak, pasti ada kemarahan dan nafsu yang akan berperan . Kalau kita bisa menjinakkan nafsu, kita akan merasakan halusnya hikmah yang terasa. 

   Alloh pasti akan menyelipkan kasih sayang yang luar biasa disana. Seiring berjalannya waktu, kita pasti akan mengucap Alhamdulillah telah diberikan cobaan tersebut.  Dan yakinlah ada banyak sekali pelajaran baru yang kita dapatkan, tentang hidup, tentang kebahagiaan, tentang segala hal keduniaan yang sebelumnya kita tidak tahu.

Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” Qs Lukman 22

Semoga tulisan ini bermanfaat terutama bagi penulis sebagai penyeimbang dan kaca diri. Yang baik datangnya dari Alloh ,kesalahan berasal dari diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?