Rabu, Oktober 07, 2020

Pulang sebelum waktunya



Foto diambil dari berbagai sumber
Sungguh apa yang terjadi jikalau apa yang dikerjakan manusia dibuka Alloh SWT,banyak sekali kekurangan dan kelalaian yag dilakukan manusia yang justru Alloh selamatkan,dan pasti di yaumil akhir semua akan dibuka.
Hidup berputar,sewaktu bayi yang tidak bisa apa apa akan kembali menjadi tidak bisa apa apa ketika usia manusia mencapai usia lanjut. Dan sepatutnya perjalanan hidup manusia baiknya mengikuti alur kebaikan walau dalan perjalanan sedikit terkena kerikil kerikil kejahatan,yang pasti kebaikan harus melebihi kejahatan .
Ketika diriku berada di kampung dengan kemurnian dan keluhuran suasana membuat siapapun akan betah berlama lama dikampung,petuah dan nasehat umi ibuku selalu aku terima,bunyi jangkrik se akan menghibur diriku selalu, sungguh suasana yabg tidak mudah dilupakan. Waktu terus bergulir dan diriku pun akhirnya meninggalkan suasana kampung yang selalu di rindu buat melanjutkan sekolah di kota.
Mulailah perjalanan yang jauh dari umi ibuku dilalui,berliku liku dan terjal kehidupan yang kudapati,mengembara di kota dengan segala permasalahan dapat aku lalui,sampai saat nya harus menikah sampai memiliki keluarga,kehidupan kota semakin melupakan diriku dengan masa lalu,riuh dan ramai dalam kehidupan berlalu dan diriku semakin larut dalam kehidupan kota yang super sibuk dan mulai dengan memikirkan diri sendiri. Diriku sangat berkecukupan dan sangat sibuk bahkan sampai umi ibuku menanti untuk pulang pun terlewat,padahal  sebelum kesibukan menerpa masih sering ku jenguk ibuku di kampung. Kehidupan dunia sungguh sangat melupakan.
Sampai pada suatu waktu diriku berada dalam kawasan di pegunungan untuk kegiatan meeting yang melingkari kehidupan ku , ternyata aku tersesat dan kemalaman ,dan saat itu juga dalam kondisi hujan lebat ,mobilku mendadak mati dan tidak bisa kubetulkan sendiri, aku mencari tempat teduhan sampai lebih masuk ke hutan tanpa disadari. Aku semakin tersesat dan sendirian dalam hutan,butuh teman ,butuh saudara yang membantu dan semuanya tidak ada. Di sinilah baru ku sadari betapa sudah jauh melangkah dan lupa akan hakikat kehidupan,lupa semasa waktu kecil yang di buai umi ibuku,lupa akan nasehat ,lupa dengan keluhuran kehidupan yang pernah melekat padaku. Aku sudah meninggalkan teman,saudara karena keangkuhan yang menghingapi.
Pernah aku melihat di televisi seorang pesepakbola terkenal zinadine zidane juga saat masih jaya nya dan di elu elukan penggemar nya untuk memilih mundur sebagai pelatih sepak bola walau akhirnya balik lagi karena juga panggilan hati dan tau diri karena klub yang membesarkannya saat ini dalam kondisi kritis. Aku pun seperti terpikir seandainya keselamatan menyertai dan bisa berkumpul bersama keluarga lagu ,aku pun berniat yang sama,aku tidak ingin terbuai lagi oleh dunia ,aku ingin seimbang dalam kehidupan,aku yakin dengan mengejar akhirat maka dunia akupun terbantu.
Diriku saat ini hanya pasrah dan berdoa kepada Alloh untuk pada saatnya ada pertolongan ,Alhamdulilllah saat kepasrahan sudah total dan aku pun tidak tau apakah bisa hidup lagi ke esokan hari,dengan pertolongan Alloh ketemu dengan penduduk asli di wilayah ini yang juga berteduh menunggu di bawah tebing dan melihat diriku yang hanya bermodal senter yang sinarnya mulai redup ,dan di ajaknya menuju rumah penduduk setempat. Singkat cerita aku sampai kembali ke rumah dengan selamat.
Ke esokan harinya aku sampaikan kepada keluarga ku untuk memulai hidup baru dan babak baru , dan bersiap pindah ke kampung halaman dan meninggalkan apa yang selama ini sudah kudapati ,dan Alhamdulillah mereka pun memahami dan menyetujui untuk pindah ke kampung halaman memulai kehidupan baru , dan akhirnya kami sekeluarga pindah dan memulai hidup baru dengan suasana kampung ,yag masih bersih udaranya,masih terjaga keluruhan budi masyarakatnya.

  • Masih ada kah yang menengok ke belakang ketika dunia sudah menjadi tujuan.
  • Masih adakah yang menengok ke belakang ketika kursi empuk sudah di genggam,padahal dulu ber susah payah dan bahkan berkeringat darah.
  • Masih adakah yang menengok ke belakang ketika fasilitas hidup di dapat padahal dulu adalah aktivis dan pendemo yang menyuarakan kebenaran .
  • Masih adakah yang menengok ke belakang ketika lingkungan berubah dan menganggap teman dan saudara harus jadi bawahan padahal dulu selalu mengangap rekan,team selalu saudara bahkan selalu peduli,senasib seperjuangan.
  • Masih adakah yang menengok ke belakang padahal dulu selalu Qur' an kecil yang dibawa dan selalu berkata dakwah dalam setiap kegiatan.
Pulang pulang lah sebelum waktunya tiba...

lest the world blind life until it forgets to die, prepare for the time of death with the good that is gained during life.
(jangan sampai dunia membutakan kehidupan sampai lupa akan mati,siapkanlah waktu kematian dengan kebaikan yang didapat selama hidup)

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hasyr: 18-19)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?