Senin, Oktober 12, 2020

Andai seperti ini




Percakapan yang terjadi antara teman a dan teman B saat minum kopi pagi di hari minggu,

Teman A:  wah,gaya nih ,sekarang cerah muke lu,dan agak gemukan sejak kerja.

Teman B : Alhamdulillah ,gimana gak cerah,gue udah diangkat jadi pegawai tetap ,di perusahaan enih.

Teman A : jangan senang dulu,...

Teman B : kenapa gak boleh senang kan harus bersyukur ,emang kenape...

Teman A: khawatir aja...apalagi sedang ramai nih buruh dan saya merasa ikut peduli dan prihatin ,ada aturan omnibus law..

Teman B : iya bang sama saya juga sedih dengar aturan omnibus law,Alhamdulillah sy kerja di perusahaan ini rasanya beda.

Teman A : beda dimane...??

Teman B : begini saat saya masih percobaan aja rasanya nyaman dan Alhamdulillah setelah jadi pegawai tetap tambah nyaman. Saat percobaan diperlakukan sama seperti yang tetap ,juga baik baik semua karyawannya yang lama.
Sudah jadi pegawai tetap gaji dibayar tepat waktu,di wajib kan shalat berjamaah,sholat dhuha di kantor kayak shalat wajib,sholat jumat di adakan di kantor dengan imam dan khotib berganti ganti,ada juga dari kantor sendiri tuh bang. Sampai saya bingung apa gak keganggu tuh pekerjaan ya, sholat sunnah dhuha pada melakukan kayak sholat wajib dan ada yang jawab dari pegawai lama bahwa kekuatan perusahaan adalah juga dari beribadah dari karyawan yang ikhlas dan mendoakan untuk kemajuan perusahaan.

Teman a: ada lagi gak yang lain.

Teman b : ada bang,sering bersedeqah ini kantor,sering ngadakan santunan ke yatim,jangan kan ke yatim ke keluarga karyawan juga suka ditolong saat ada kesusahan walau pun sudah ada aturan yang berlaku umum,kata atasan saya,kalau perusahaan bersedeqah itu bukan mengurangi harta tapi malah nambah,nah saya yang tadinya pemahaman agama kurang ,jadi ingin tambah belajar jadinya.

Teman a: ada serikat pekerjanya ...

Teman B : adalah bang,bahkan selalu di ajak dialog saat perusahaan mengalami kerugian. jika laba  pegawai merasakan ,dan jika perusahaan rugi pegawai jadi mendo akan biar perusahaan tetap jalan. Informasi ini saya dapat dari pengurus serikat mandiri ,tempat  saya mendaftar menjadi anggota serikat pekerja mandiri ,pokoknya seperti keluarga banget dah di kantor ini.

Teman B : ada lagi yang bikin saya kaget bang...,awalnya kan saya gak tau pemilik perusahaan ,dan suatu waktu saya lihat ada tamu dan tampang nya seperti ustad suka yang ceramah jum at dikantor. Nah dia ikut nimbrung bekerja gabung dengan pegawai,sampai saya sempat bilang ,pa ustad sekarang kerja disini ya ,wah seneng deh di kantor ada ustadnya.

Saya di cubit sama mba  di sebelah saya duduk,dan mengatakan itu pemilik perusahaan,kaget bukan main saya , waduh bukan main malu dan takutnya saya.Bapak ustad yang pemilik perusahaan senyum saja dan mengatakan kepada kami pegawai ,kerja yang profesional dan dekat lah kepada pemilik alam semesta,semoga berdampak kepada perusahaan dan juga berdampak kepada pegawai.

Teman a : uenak betul ya perusahaan ini,sambil bergumam ,kok ada perusahaan seperti ini. Sy mau ikut melamar aja kesana katanya ,sambil keluar  dan tidak sengaja menabrak pintu.

Teman B : bang ,bangun bangun ,sholat shubuh dan hayu kita peduli ikut demo bersama kawan  ,demo menolak omnibus law bang.

Teman A : wah ternyata cuma mimpi,sambil bergegas ke kamar mandi untuk sholat shubuh dan segera berangkat kerja.

Islam sebenarnya  sudah mengajarkan hubungan antara pemilik perusahaan dan pekerja( dari buku karya Muhammad Sebagai Pedagang yang disusun Afzalul Rahman dan di publish oleh republika 30 nov 20
15)
1. Majikan membayar pekerja dengan pantas dan jangan membebani mereka dengan pekerjaan yang melampaui daya mereka. Rasulullah bersabda, "Tuhan akan menyiksa tiga jenis manusia pada hari akhir. Salah satunya adalah yang menguras tenaga para pekerjanya, tetapi tidak membayarnya dengan sesuai."
Rasul juga bersabda bahwa penting bagi atasan untuk mempekerjakan karyawan yang kuat dan dapat melakukan pekerjaannya dengan mudah. Mereka tidak boleh memberikan pekerjaan yang berat dan sulit yang dapat memengaruhi kesehatan pekerja itu. (HR Muhalla ibn Hazm)
2. Rasul melarang memperkerjakan pegawai tanpa membuat persetujuan upahnya terlebih dahulu (HR Bukhari Muslim). Karena itu, para majikan diminta menyetujui gaji pegawainya sebelum mereka mulai memperkerjakannya. Tidak dibenarkan jika di antara keduanya tidak ada persetujuan mengenai upah. 
3. Rasul bersabda, "Adalah salah bagi orang kaya yang menunda membayar gaji yang dituntut seorang pekerjanya, walaupun itu harus dibayarkan dari kekayaannya. (HR Baihaqi).
Artinya, para majikan harus membayar upah dengan pantas. Menunda upah seorang pekerja merupakan tindakan salah dan dosa besar.
4. Majikan tidak dibenarkan mendenda pekerjanya dengan mengurangi gajinya atas kerusakan alat-alat produksi dan lainnya.
5. Islam juga memerintahkan para pekerja untuk menahan diri dari melakukan hal-hal yang salah dan tidak adil kepada majikannya. Serta, membuat kerusakan pada alat-alat produksinya. Rasulullah mengatakan bahwa pendapatan yang paling baik adalah pendapatan seorang pegawai yang diperlakukan dengan baik dan adil oleh majikannya. 
6. Islam memperlakukan pegawai dan majikan dengan adil dan sama, sehingga keseimbangan dengan hubungan mereka terpelihara. 

Semoga karyawan karyawan yang sedang demo menuntut di cabut undang undang Omnibus Law mendapatkan hasil dan dapat melakukan aktivitas pekerjaan seperti biasa lagi.

Penulis pernah menjadi karyawan di berbagai jenis usaha,pernah bekerja di pabrik(perkebunan kelapa sawit di riau dan pabrik velg PT.ENKEI),Forum silaturahim karyawan (foswan Bandung).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?