Jumat, September 18, 2020

strong leaders who are loved by their citizens(pemimpin kuat yang dicintai warganya)

 
Foto ilustrasi pemimpin yang kuat,diambil dari berbagai sumber

Saya mendapati kejadian fakta dimana kejadian ini bisa menjadi tolok ukur pemimpin yang levelnya lebih tinggi dan lebih besar ,sebuah kisah nyata seorang ketua rt di suatu tempat pada saat yang bersamaan harus bersikap menjadi pemimpin sebenarnya. 

Kejadian yang bersamaan adalah saat istrinya harus melahirkan saat ini, ketua rt ini menghadapi urusan masalah warga yang terkena musibah kecelakaan yang juga harus ditangani karena yang terkena musibah adalah warganya , memilih mengurus istri yang melahirkan sebetulnya sebuah ke wajaran namun yang dilakukan ketua rt ini adalah memilih mengurus warganya yang tertimpa musibah kecelakaan dan Alhamdulillah ketua rt memiliki istri sholehah yang mengijinkan suami melaksanakan amanah warga sebagai pemimpin,setelah pamit ke istri dan orangtua  berangkatlah ketua rt mengurus warganya yang kecelakaan sampai selesai dan Alhamdulillah juga istrinya melahirkan dengan selamat,Warganya dapat dibantu.

Semoga kisah nyata di atas menjadi kan kenyataan yang baik juga bagi pemimpin yang sedang menghadapi di lema melindungi warganya dari sebuah kasus wabah virus mematikan di sisi lain juga harus menghidupkan perekonomian wilayah dan akhirnya memilih menyelamatkan warganya dari akibat virus mematikan ,dan semoga pilihan ini sudah juga beliau adukan kepada pemilik bumi dan Langit Alloh SWT sehingga apapun yang terjadi ,apapun yang ingin membuatnya jadi goyah dan juga yang tidak setuju akan sikapnya dan mencari kekurangannya bisa dilalui dengan sabar,dengan bijak  dihadapi dan berhasil dengan baik karena sikapnya yang selalu dilalui dengan mengadu dan memohon perlindungan dari Alloh SWT. Dan semoga pemimpin pemimpin ini mendapat perlindungan dari Alloh SWT 

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: pemimpin yang adil, pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah Ta'ala, seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang saling mencintai karena Allah, laki-laki yang ketika diajak bermaksiat oleh seorang wanita bangsawan lalu ia menjawab: 'saya takut kepada Allah. Kemudian seorang yang mengeluarkan sedekah dan merahasiakannya dan seseorang yang mengingat Allah di tempat yang sepi sampai meneteskan air mata."

Kisah nyata ini menjadikan bagi kita ada tolok ukur untuk menjadi pemimpin dan acuannya adalah 

  • Pemimpin yang baik dan amanah adalah keharusan, Pemimpin adalah mendahulukan kepentingan warganya dibanding kepentingan pribadi dan keluarganya.
  • Pemimpin mengajak ummatnya amar ma'ruf nahi mungkar
  • pemimpin yang mengajak umatnya ke dalam surga memiliki karakter sabar
  • pemimpinnya yakin dengan isyarat dari Allah. 


Pemimpin "kami jadikan di antara umat manusia itu ada pemimpin yang punya karakter mengajak umatnya terhadap agama kami yang benar dan jalan yang lurus" (32:24). 

 "Pemimpin seperti ini pundaknya mengemban amar makruf nahi mungkar. Kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu amar makruf nahi mungkar. Yang keluar dari pikirannya juga selalu amar makruf nahi mungkar, teguh dengan pendirian

Pemimpin yang dibutuhkan  adalah pemimpin yang kuat dalam kemampuan yang dibutuhkan dalam menangani permasalahan bangsa serta memiliki jiwa yang profesional dengan etika. Memiliki sikap amanah yang selalu dipegang untuk membentuk peradaban yang maju dalam kemajuan

Kisah dalam sejarah islam  ini juga bisa menjadi ibroh bagi yang menbacanya ,untuk memilih atau menentukan pemimpin yang kuat,amanah

Dan jangan menjadi orang munafik,tidak akan dapat apa apa,dan di akhirat pasti di tempatkan di kerak bumi.

Kisah ini terjadi dalam sejarah kekuasaan Bani Abbasiyah.

Tragedi paling menyakitkan dan tak akan terlupakan oleh sejarah adalah jatuhnya Baghdad pada 1258. Sang Khalifah Abbasiyah terakhir yang bertahta di Baghdad  adalah Khalifah al-Mus’tashim (1213-1258).

Ia sosok yang lemah. Tak bisa keluar dari jebakan para pejabat negara yang membelenggunya. Terutama wazir (Perdana Menteri) Ibnu al-Alqami dan menteri  Nashiruddin ath-Thusi.

Sungguh janggal dan tak masuk akal, Mongol yang berasal dari nun jauh di Gurun Gobi bisa melenggang mulus hingga ibukota Baghdad tanpa ada perlawanan yang berarti.

Rupanya “karpet merah” itu dibentangkan oleh wazir Ibnu al-Alqami. Ia yang diam-diam melakukan pengkhianatan melakukan kontak dengan Hulahu Khan. 

Ia meyakinkan pemimpin Mongol itu untuk membawa pasukan menyerbu negerinya. Secara sistematis ia mengurangi jumlah pasukan militer dari sebelumnya berjumlah 100 ribu hingga hanya tersisa 10 ribu tanpa disadari oleh Khalifah.

Pertahanan yang lemah membuat pasukan Mongol leluasa memasuki ibukota setelah mengepung sebulan lamanya

Di saat kondisi negara sedang krisis multidimensi yang ditandai dengan kemiskinan merajalela, namun istana selalu berpesta. Penyakit muncul dimana-mana. Tak ada perlindungan untuk warga negara. Khalifah yang hanya percaya laporan para pejabatnya tanpa melihat kondisi sesungguhnya. Maka serbuan tentara Mongol ibarat tinggal memukul “gong”nya saja.

Seakan tak cukup, di saat terakhir wazir Ibnu al-Alqami masih berusaha meyakinkan Khalifah untuk menemui Hulagu Khan dan memberikan persembahan berupa emas serta batu-batu mulia yang sangat banyak jumlahnya. 

Wazir mengatakan ia sudah menyepakati perjanjian damai dengan Hulagu Khan melalui pernikahan putri Khalifah dengan anak Hulagu Khan.

Maka berangkatlah Khalifah bersama para Qadhi, ahli fiqh, ulama, ilmuwan dan para pejabat negara. Ada riwayat yang menyebutkan jumlah rombongan itu sampai 3000 orang dengan mengendarai 700 ekor unta dan kuda.

Apa lacur, semua adalah skenario keji yang disusun wazir Ibnu al-Alqami dan menteri  Nashiruddin ath-Thusi. Rombongan itu dibantai dihadapan Khalifah. 

Selanjutnya, Khalifah beserta 17 orang ditawan. Hingga akhirnya Sang Khalifah terbunuh dengan cara dimasukkan dalam gulungan karpet dan diinjak-injak oleh kudanya

Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Mengapa wazir Ibnu al-Alqami sampai tega melakukan pengkhianatan pada negerinya sendiri? Tercatat ia adalah seorang syiah yang berhasil menyusup ke dalam pemerintahan Abbasiyah hingga mencapai puncak jabatan tertinggi sebagai wazir istana.

Selain itu, ia berambisi menjadi Khalifah. Dengan diam-diam melakukan persekongkolan dengan Mongol, ia dijanjikan untuk mendapatkan impiannya itu.

Setelah mengorbankan negerinya yang menyebabkan ribuan ulama terbunuh, jutaan rakyat tewas, Bahgdad terbakar selama 40 hari tanpa bisa dipadamkan apinya, terwujudkah impiannya?

Alih-alih menjadi Khalifah, Hulagu Khan malah menjadikannya budak hingga ia mati dalam nestapa berkepanjangannya menyesali nasibnya

Ibnu Katsir dalam kitabnya “al-Bidayah wan Nihayah” menuliskan, “Kalau bukan untuk memberikan pelajaran pada generasi yang akan datang, malu rasanya menyantumkan kisah tragis ini dalam kitab kami.”





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?