Senin, September 07, 2020

Om Sandiaga Uno bisa kenapa kita tidak......




 Sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga dari perbincangan jarak jauh antara da'i kondang Aa gym dan om sandiaga uno yang saya lihat di televisi . Kayakmya terjadi bulan Ramadhan itu,namun  banyak yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua,terutama yang berkeinginan memimpin baik itu pilkada,pilkades,dan pileg.

Om Sandiaga Uno ber ujar ,tetap berkhusnuzhon kepada Alloh SWT dengan apa yang terjadi pada dirinya dari menjadi sebagai pengusaha muda yang sukses dan tajir lalu mendapat amanah jadi wakil gubernur DKI, selanjutnya maju untuk mendapatkan amanah yang lebih besar menjadi Cawapres. Dilepasnya jabatan Wakil gubernur untuk menunjukkan ketaatan kepada aturan walau saat itu memungkinkan beliau cuti dulu saja, tidak harus mundur di tambah profesional dalam bekerja dan akhlaq yang luhur. Beruntung mempunyai istri sholehah bunda Nur asia uno yang selalu membantu dan mendoakan suaminya.

Sudah pasti proses normal di lalui sebagai cawapres saat itu menjadi cawapres berpasangan dengan capresnya bapak Prabowo Subianto,hiruk pikuk dan gegap gempita menyambutnya di berbagai daerah dan dengan kecenderungan kemenangan yang besar tentu membuatnya kaget dan semakin bertambah semangat,sudah berapa banyak uang yang keluar demi mensukseskan pencalonan menjadi capres dan cawapres saat itu walau pada akhirnya harus mendapati kenyataan pahit ,akhirnya om sandiaga uno dan pak Prabowo Subianto kalah juga walau itupun tetap dilakukan ikhtiar secara hukum dan didukung banyak pihak.

Beliau juga pasti menyadari adanya teman yang akhirnya menjadi tidak mendukung nya, berapa banyak yang kelihatan mendukung akhirnya menjadi munafik,kita dapati masyarakat pragmatis dalam sistem pemilihan di negri ini.

Terus terang satu sampai dua hari jelas terasa bagi om sandi sebagaimana yang disampaikan ke aa gym,jelas terasa dimana terlihat saat itu euforia yang menginginkan om Sandi jadi pemimpin namun pada akhirnya kalah dalam pemilihan presiden dan wakil presiden ,berapa banyak yang sudah keluar pendanaan dari om Sandi dalam pencalonan kemarin,namun akhirnya om Sandiaga uno sadar bahwa dalam kehidupan sudah ada yang mengatur dan mungkin ini jalan terbaik yang Alloh berikan buatnya dan bagai air mengalir saja ,jalan terus dan akan berbuat baik untuk negara dan agama itu saja.

 Sungguh sikap om Sandi ini jelas bisa menjadi tauladan bagi masyarakat,kadang berapa banyak mereka yang kalah dalam pemilihan baik pilkades,pileg,pilbup dan pilgub akhirnya putus asa,stress bahkan bunuh diri akibat tidak terpilih. Atau bagi mereka yang gagal kadang susah move on dan selalu sering agak melihat ke belakang seraya ber ujar se andainya saja tidak ikut pemilihan dan pencalonan mungkin dana tidak habis,asset tidak habis dan sebagainya,hal ini tidak dilakukan om Sandi bahkan selalu berkhusnuzhon kepada Alloh dan berpasrah kepadaNya.

Jangan sampai mengorbankan masa depan hanya karena selalu ingat dengan kepedihan yang terjadi dimasa lalu. Kamu tidak perlu melihat kebelakang, karena masih ada masa depan yang lebih indah didepanmu. Masa lalu itu jadikan sebagai spion aja dalan hidup kamu, biar ketika kamu ingin melakukan kesalahan yang sama lagi gak terulang. Bagaimana spion, ketika kamu butuh, kamu hanya melihatnya sepintas saja, tidak perlu ingat dan mengenang kejadiannya kayak apa ,Liat seperlunya aja.

Ulasan terkait masa depan

" Jangan menghukum masa depan dengan masa lalu karena kita selalu bisa memperbaiki  situasi ".(Tere Liye),

Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan dan jangan takut melihat masa depan tapi lihatlah sekitarmu dengsn kesadaran . James Thurber
"...Elemen kedua ini, adalah cerita masa depan yang kita sebut dengan narasi atau mimpi yang memberikan 'cahaya di ujung lorong gelap' untuk bangkit dari krisis berlarut ini," ...Kita harus membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang. Itulah kenapa kita butuh arah baru, tapi jangan lupa hadirkan agama di setiap perubahan agar tidak berakhir kelam dan anarki,"
( Anis Matta )

Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir..” (QS. Yusuf: 87).

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Qs Albaqarah : 216).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?