Selasa, September 15, 2020

Blindspot dalam kehidupan

 




Semua petinju profesional memiliki pelatih.Petinju  legendaris sehebat Muhammad Ali memiliki pelatih yaitu Angelo Dunde yang membantunya menjadi juara dunia 3 kali. Kalau mereka berdua disuruh  bertanding  sangat jelas Angelo Dundee tidak akan pernah menang , mengapa Ali butuh pelatih kalau jelas dia pasti menang  melawan pelatihnya.

Ketahuilah bahwa Moh Ali  butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat tapi karena ia membutuhkan seorang untuk melihat hal hal yang tidak dapat dia lihat sendiri.

Apapun jenis kegiatan atau pekerjaan pasti membutuhkan orang lain buat menjadikan kegiatan atau pekerjaan menjadi baik bahkan lebih baik, yang bisa jadi karena kita tidak dapat melihatnya dan menyadarinya.Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itu yang disebut blind spot atau titik buta.Kalau dalam berkendaraan istilah blindspot adalah area yang tidak terlihat oleh pengemudi. Pengemudi kendaraan bermotor tak memiliki area penglihatan yang luas. Ada pula titik yang tidak terlihat oleh pengemudi dan jika kita tidak memperhatikan blindspot dapat ber akibat kecelakaan. Kalau dalam dalam diri manusia melihat blind spot bisa dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita,sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas kita mulai bergeser. Kita butuh orang lain yang menasehati,mengingatkan,menegur jika kita mulai melakukan sesuatu hal yang keliru yang mungkin tidak kita sadari. Kita butuh kerendahan hati untuk menerima kritikan,menerima teguran,menerima nasehat dan inilah yang justru menyelamatkan kita. 

Kita bukan manusia sempurna biarkan orang lain menjadi mata kita di area blindspot  kita, sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan kita sendiri.Siapapun kita, masyarakat awam, tenaga professional, pejabat, guru, bahkan kyai sekalipun, mata kita(nasehat) merupakan kebutuhan yang prinsip.

Hanya saja selama ini, kita lebih senang ‘memberi’ nasehat daripada ‘menerima’ nasehat, selalu saja ada perasaan kurang “ngeh” ketika kita diberi nasehat. Apalagi jika yang memberi nasehat tersebut, dianggap orang yang lebih “rendah”dari kita.

Jangan lah sombong seperti fir aun yang dengan super power menganggap dirinya tuhan,jangan lah sombong seorang suami yang karena merasa menghidupi keluarga dengan kerja kerasnya dengan mudah menyalahkan istrinya dalam biduk rumah tangga,jangan lah sombong seorang istri yang bekerja dan serasa dapat menghidupi sendiri lantas tidak ijin suami dalam melakukan kegiatan apalagi yang mengganggu pekerjaan rumah tangganya,jangan merasa istri juga cari duit lantas berubah terhadap suami,apalagi suami memiliki pendapatan yang lebih rendah dari istri

Mari kita saling nasehat- menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

…dan (mereka) yang saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran” (Q.S Al-Ashr :3)


Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pun telah bersabda

"Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, dan jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman."[2]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?