Minggu, Juli 19, 2020

Perahu itu....


Ku lihat di kejauhan seorang nelayan sedang membuat perahu,di lihat badannya yang penuh dengan peluh keringat menandakan nelayan sudah dengan profesional membuat perahu itu.

Kulihat kayu yang di pakai tentu kayu yang memang sangat kuat untuk dibuat perahu dalam mencari kehidupan dengan mencari ikan di laut. Rata sekali pengerjaannya ditambah dengan pewarnaan yang serasi tentu hal ini menambah daya tarik mata yang melihatnya. Mungkin saja bapak nelayan ini berpikir baik saat di darat sebelum dibawa ke laut ,bisa membuat orang yang melihat perahu bisa sampai sukar

memejamkan mata untuk tidak melihatnya,dan ketika di laut juga bisa jadi kapal besar yang melintas berisi orang orang menjadi sedikit merapat untuk sekedar melihat kapal milik bapak nelayan. Bisa jadi membuat ikan di laut pun seperti berbondong bondong dan berebutan hanya karena ingin masuk ke perangkap nelayan karena terpesona dengan perahu yang dibuat nelayan.

Tidak akan pernah terpikir oleh yang melihat,betapa menjadikan perahu yang berkualitas dan bagus butuh melalui proses.

Dari pemilihan kayunya,dari pengerjaan cat yang dipilih serta corak warna tentu harus di fikirkan masak masak . Bapak nelayan pasti tidak lupa berdoa sebelum dan sesudah selesai membuat kepada yang menciptakannya ,Alloh SWT untuk di permudah pengerjaan nya dan membantu pengerjaannya dalam menangkap ikan di laut.

Terbayang proses itu sungguh dengan kesabaran ,ketekunan dan ketelitian yang sesuai dan tidak sembarangan main ambil kayu,asal menempatkan paku kayu yang dibuat. Bapak nelayan tentu sudah mempertimbangkan kalau hasilnya jelek tentu berdampak banyak pada dirinya.


Ku lihat bapak nelayan ini juga bukan orang yang tertutup akan adanya perubahan,pemakaian alat tehnologi ,penggunaanya dalam menangkap ikan juga akhirnya di lengkapi,bapak nelayan ber ujar bahwa saya tidak mau menjadi bulan bulanan perahu lain yang sengaja ingin menggangu dirinya dan juga temannya ,apalagi perahu itu dari negeri yang hanya ingin mengambil ikan di wilayahnya ,merusak dan melewati aturan negara. Sungguh jarang di dapati bapak nelayan ini peduli dengan yang lain dengan menfasilitasi perahu dengan peralatan yang bertehnologi juga.


Akhirnya perahu nya pun jadi dan tidak lupa untuk keberkahan dan kelancaran selama berlayar dilakukan doa bersama dan tidak melakukan sesuatu kegiatan yang melanggar agama.


Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Begitu juga dalam organisasi,butuh proses untuk menjadikan organisasi besar, kesabaran anggotanya,lalui tahapan sesuai kaidah,saling memahami dan memberi saran dengan ahsan,selalu koordinasi dengan struktural,tidak mencuri star saat mau menjadi petinggi di ormas ,jangan munafik.


Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses begitu juga dalam organisasi yaitu proses bukan hasil. Masalah hasil itu bukan kita yang menentukan melainkan Allah yang sudah menetapkan.

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al-Munafiqun: 4) 


bekerjalah kamu makan Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu" (at taubah :105)


surat An-Najm 40-41, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya - dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.· Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?