Selasa, Juli 07, 2020

Kawan jadi lawan,sahabat di awal musuh di akhir


Tiga pemuda dengan ke ahliannya sebagai pendekar silat,mereka bernama Ade,Budi,Candra .Mereka bertiga pamit dari perguruan untuk berbakti kepada Masyarakat. Kepergian mereka sudah tentu membanggakan sekaligus membuat sedih seluruh warga perguruan karena mereka juga di andalkan dan menjadi teladan bagi yuniornya.

Berangkatlah mereka meninggakan perguruan ,tawa canda selalu menyertai dalam perjalanan ,sampai satu waktu mereka mendapati kondisi untuk memulai membantu penduduk. Di kampung ini sudah lama berada dalam ketakutan oleh penjahat penjahat yang selalu mengganggu ketentraman warga,maka dengan sukarela tiga pemuda ini bersama warga membasmi penjahat bahkan akhirnya penjahat ini banyak yang sadar dan berbuat baik serta mau membantu tiga pemuda ini dalam menegakkan kebenaran.

Kehebatan tiga pemuda ini mulai terdengar kemana mana ,namanya harum sampai banyak yang mengenal dan senang dengan keberadaan tiga pemuda ini. Dan karena bersama dan bersatu nya mereka dalam suka dukalah yang membuatnya menjadi besar.


Pada suatu waktu kembali tiga pemuda ini mendapati lawan yang tangguh,di dapati mereka selalu bersam ,akhirnya di cobalah untuk di adu domba oleh lawan mereka terhadap tiga pemuda ini. Hasutan dan fitnah mulai di timpakan ke  pemuda ini. Mulai lah berlaku pepatah pohon semakin tinggi goyangan semakin keras,karena hasutan dan provokasi yang kencang mulailah satu pemuda mulai goyah dan mencurigai temannya,kenikmatan dunia yg di provokasi lawan semakin gencar dan menggoyahkan, akhirnya dua teman yang laib berusaha  mengingatkan dan menegur akan tujuan awal keluar dari perguruan ,di lalui nya denga. Bertempur dengan sesama kawan untuk mengingatkan agar kembali ke tujuan awal, pertempuran mereka sengit sekali dan berdarah darah untuk tetap mereka ke pada tujuan membela kebenaran. Alhamdulillah kembali bersama dalam mengarungi kehidupan normal.

Akhirnya pada satu waktu harus menghadapi lawan lagi yang menggangu masyarakat,maka dengan sigap di lawannya penggannggu masyarakat walau terlihat yang dilawan ini sangat kuat,terjadi pertarungan yang sengit yang jelas karena lawan lebih banyak dan kuat akhirnya satu persatu pemuda ini tumbang ,diawali pemuda candra yang menderita parah ,dibantunya candra bahu membahu oleh ade dan budi ,akhirnya ade terluka parah lebih parah dari candra,dan juga Budi langsung mati karena kena tusukan pedang berkali kali, lalu candra yang di awal terluka sudah tidak sanggup lagi bertahan,kemudian ade yang mampu dibantu warga menjauhi pertempuran akhirnya mati juga saat sampai di suatu tempat yang aman.

Tentu warga kehilangan dengan gugurnya pemuda pemuda ini ,namun perjuangannya untuk masyarakat menjadikan namanya harum dan dikenang selalu.

Apa yang terjadi seperti ketiga pemuda tadi dalam kehidupan nyata sungguh bertolak belakang, mungkin hanya awalnya yang sama,berangkat dari tempat yang sama,saat ditengah jalan ketemu yang nama dunia berubah total,tidak ada kawan ,gampang di provokasi ,gampang di adu domba,teman menderita itu urusannya sendiri,yang penting kaya sendiri,nikmat hidup sendiri,biar kawan hancur,harus kepentingannya yang di dahulukan ,tipu tipu hal yang lumrah,asal bapak senang,terlalu mempolitisi keadaan ,sungguh bagai langit dan bumi,wajarlah akhirnya kehancuran dan angkara murka dari Alloh karena kesesatan yang ada.

Kisah tiga pendekar di atas di ilhami oleh kisah tiga sahabat rasul yang wafat dalam memperjuangkan bendera islam di pertempuran mereka saling bahu membahu membantu namun akhirnya wafat dan syahid juga.

Kebaikan yang terorganisi akan dapat mengalahkan kejahatan yang besar

“Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir” (Ali bin Abu Thalib r.a.).

Di antara manusia ada yang mengatakan: `Kami beriman kepada Allah dan kepada Hari Akhir,’ padahal mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tak sadar” (QS. Al Baqarah: 8-9). 

Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan,sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?