Jumat, Juni 05, 2020

Mimpi...mimpi.....

Di awali dengan berjalan di keramaian ,kudapati senyuman diantara masyarakatnya,senyum bukan basa basi,senyum ramah,se iring dengan sejuknya suasana saat itu,begitu terkenang tuk tidak cepat lupa bahwa diriku pernah singgah disini, Jalanan pun bersih dan tertata rapi.

Begitu sopan dan disiplinnya warga,dan tidak jarang ada teguran halus dengan sesama warga ketika ada yang tidak disipilin tuk membuang sampah.



Begitu enak di lihatnya, rumah rumah teratur,tidak tumpang tindih,tidak pernah terlihat tuna wisma dan juga yang meminta uang di jalan,malu mereka mengemis kata salah seorang warga,karena sudah diatur semuanya oleh pemerintahannya,aduh sungguh terbayang indah


Tingkat kriminal bisa dikatakan tidak ada,suasana agamis terlihat,berbeda agama dan beragam tetap rukun dan bersama sama membangun negri


Sungguh bagai hidup dalam mimpi, pemimpinnya sederhana ,karena katanya warga ,pemimpin kami malu kalau dana negara di pakai tuk dirinya sendiri

Mereka hanya akan memakai untuk untuk kepentingan kedinasan

Ku teringat saat pernah membaca karya buku Islam di Amerika karya KH Ali Mustafa Yaqub disebutkan, pernah suatu ketika tempat tidur Rasulullah SAW yang sederhana diketahui oleh seorang wanita Anshar. Wanita itu kemudian mengambil kasur tersebut dan menggantinya dengan kasur bagus berisi wol.
Namun ketika Rasulullah pulang, beliau bertanya kepada Aisyah: “Apakah ini?” merujuk pada kasur wol yang ada. Aisyah pun menjawab: “Tadi ada seorang wanita Anshar datang ke sini dan Rasulullah melihat tempat tidur nya ,beliau menggantinya Rasulullah kemudian memerintahkan Aisyah untuk mengembalikan kasur wol itu kepada wanita Anshar tadi, namun Aisyah menolaknya karena menginginkan kasur wol tersebut tetap berada di rumah Nabi. Nabi Muhammad pun menyuruhnya kembali hingga tiga kali dan mengatakan: “Wahai Aisyah, seandainya aku mau, gunung-gunung itu akan dijadikan emas dan perak oleh Allah kepadaku,”begitu sederhana nya .

Ku mendapati di negri ini pemimpin bersikap tegas namun sekaligus lemah lembut dalam memerintah dan juga membela kaum yang lemah,menjadi yang paling lapar setelah rakyatnya kenyang.


Lagi lagi jadi teringat cerita  khalifa Umar dengan contoh contoh ketauladanan seperti di atas...sebagaimana ungkapan salah satunya


Berkeronconglah sesukamu, dan kau akan tetap menjumpai minyak, sampai rakyatku bisa kenyang dan hidup dengan wajar.",pemimpin adalah mereka yang kenyang terakhir sebelum warganya kenyang dulu...bukan mengkayakan diri nya dulu.


Sepertinya diriku tidak ingin pindah dari negri ini dengan keindahan alamnya,dan kebaikan yang kudapati di negri ini,mimpikah aku ini.



Ternyata benar ini adanya ,ku cuma mimpi sembari melihat jam dinding berdering kencang ternyata kesiangan bangun..


Mungkin kah ini bisa jadi nyata....dalam hatiku bertanya saat bangun dari tempat tidur.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?