Jumat, Mei 29, 2020

Siapakah saya?”

Juragan Sapi

Self Image!Apa yang terlintas di benak kita ketika mendengar istilah tersebut? Dalam literatur Psikologi, self image dikenal dengan istilah self concept. Apabila seseorang bertanya kepada dirinya sendiri “Siapakah saya?” maka ia sedang berusaha memahami self image dirinya. Menurut Larsen & Buss, jawaban atas pertanyaan tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian.
Pertama, ia menjawab dengan menyebutkan status sosialnya, misalnya : saya adalah seorang mahasiswa, saya adalah ayah dari seorang puteri, atau saya adalah pimpinan suatu perusahaan. Kedua, iamenyebutkan karakteristik kepribadiannya, misalnya : saya orang yang percaya diri, saya seorang yang baik hati, atau saya seorang yang pantang menyerah. Ketiga, ia menyebutkan deskripsi fisiknya, misalnya : saya seorang yang berpostur tinggi besar, saya seorang yang mempunyai rambut ikal, atau saya adalah seorang yang berhidung mancung.
Melihat jawaban
tersebut, kita memperolehgambaran bagaimanaseseorang memandang dirinya sendiri. Jawaban tersebut sangat penting karena memberikan fondasi yang menentukan bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri dan bagaimana kita mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Jawaban tersebut adalah sebagian fakta obyektif tentang diri kita, seperti status sosial dalam masyarakat dan ciri-ciri fisik yang dibawa sejak lahir. Juga bersifat subyektif seperti pendapat terhadap sifat dan karakteristik kepribadian. Tetapi yang penting disini adalah perspektif dalam menyikapi jawaban tersebut.Perspektif yang positif akan membuat kita dapat menerima diri apa adanya, sedangkan perspektif negatif akan membuat kita tidak nyaman dengan diri sendiri. Misalnya, apabila seseorang dilahirkan dengan tubuh pendek.Bagaimana sikapnya terhadap fakta biologis tersebut? Apabila ia memilih untuk memandang situasinya dari sudut pandang positif, maka sikapnya akan tercermin dari pernyataan demikian“Aku tidak bisa memilih dilahirkan dengan tubuh tinggi atau pendek.Tidak ada yang salah dengan tubuh pendek, aku tetap dapat hidup normal dengan memilih kegiatan atau profesi yang tidak mensyaratkan tinggi badan.Tidak ada seorangpun yang mempunyai situasi dan kondisi kehidupan yang sempurna, pilihan ada ditanganku sehingga aku memilih hidup dengan nyaman dengan menerima kondisikuyang tidak dapat diubah.”
Selain self image, setiap orang memiliki ideal self, yaitu kondisi subyektif tentang diri sendiri yang diinginkan dan menjadi impiannya. Memiliki ideal selftidaklah salah, namun yang menjadi masalah adalah apabila ideal selftersebut tidak realistis atau tidak mungkin dicapai. Apabila kita memiliki unrealistic ideal selfmaka hal tersebut dapat membuat kita terganggu secara psikologis dan tidak berdaya. Karena bagaimanapun kita berusaha untuk melakukan perubahan diri sendiri, kondisi ideal tersebut tidak bisa dicapai. Ada pula istilah self esteem atau harga diri. Larsen dan Buss dalam bukunya, mengutip pemikiran Block dan Robbins yang menjelaskan istilah tersebut sebagai jarak antara ideal self dengan self imageSemakin jauh jaraknya maka orang tersebut semakin terpuruk self esteem-nya, semakin dekat jaraknya atau bahkan bisa sejajar posisinya maka self esteem-nya semakin sehat. Jadi,sebaiknya kita memilih ideal self yang cocok dan sesuai untuk diri kita.Jika kita tidak bijak dalam memilih ideal selfitu hanya akan membuat diri kita tidak nyaman secara psikologis. Nah, kita kembali kepada contoh orang yang dilahirkan dengan tubuh pendek. Apabila ia mempunyai ideal self sebagai prajurit atau pilot, tentu kemungkinannya kecil untuk diterima dalam sekolah calon perwira atau sekolah penerbang.Ini adalah contoh unrealisticideal self. Contoh lainnya, seorang ibu mempunyai minat dan ketrampilan memasak, dan masakannya memang enak. Maka self image ibu tersebut adalah : seorang ibu yang pandai memasak. Kemudian ia bisa memilihideal self sebagai pengusaha catering, walaupun saat ini ibu tersebut belum membuka usaha catering.Hal ini berarti, ibu ini mengembangkan ideal self yang kemungkinan besar bisa diwujudkan.
Nah, bagaimana dengan kita ? Apabila kita mengenali self image kita dengan baik, kemudian dapat memilih ideal self yang realistik, maka dapat dikatakan kita memiliki self esteem yang sehat. Dengan demikian kita berhasil menemukan identitas diri yang mencerminkan diri kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?