Sabtu, Mei 09, 2020

Memahami dan Memecahkan Soal dalam
Kehidupan

🌹🌹DR.Sitaresmi S Soekanto

Tarbiyah atau pembelajaran sesungguhnya adalah dari Allah SWT (Q. S Ali Imran ayat 190-191)

Kita sudah diberi text book berupa Al Qur’an (Q.S 2:185)

Kita sudah diberi pula guru yakni Rasulullah yang menerangkan cara menggunakan text book tersebut. (Q.S 33:21)

Kita diberikan pula contoh soal dan cara memecahkan soal (solve the problem) oleh beliau dengan studi studi kasus, pengalaman dan hikmah semasa beliau hidup dan semua terekam serta terabadikan dalam sunnah beliau (Sirah Nabawiyah)

Namun boleh jadi kita kurang rajin membaca dan terus membaca, memahami, mengerti dan menghafal text book, maka sering kali kita lupa rumus dari text book tsb saat itu menghadapi soal di kehidupan nyata

Kadang kita hafal rumus, namun pada saat menghadapi soal nyata di kehidupan kita lupa cara menggunakan rumus tsb untuk memecahkan soal karena kita kurang latihan cara penyelesaian soal

Kita kurang membaca dan mengulang contoh-contoh penyelesaian soal sebagaimana yang telah pernah dikerjakan oleh Rasulullah



Walaupun memang dalam kehidupan nyata ada soal soal yang biasa dan sudah ada contoh penyelesaian soalnya

Ada pula soal soal yang luar biasa, yang tak terpecahkan (unsolved problems)

Bila kita menghadapi situasi dan kondisi seperti itu , maka hendaknya kita kembalikan pada “Sang Pembuat Soal”, kita serahkan padaNya

Dia yang akan menyelesaikanNya

Sebab tidak semua harus dan bisa kita selesaikan

Ada banyak soal yang di luar jangkauan otak dan kemampuan nalar kita

Sebab ada saat, dimana hanya Dia, Allah yang mampu memberikan jawaban soal di luar rumus yang telah diberikanNya


Di saat itulah kita hanya harus berserah diri dan bertawakal serta percaya akan ada cara penyelesaian dan pemecahan soal yang terbaik

Sebab Dia lah yang  menciptakan text book (Qur’an) , memberikan guru bagi kita (Rasulullah SAW), dan soal-soal untuk kita kerjakan

Sebab Ia Maha Tahu batas kemampuan kita untuk menyelesaikan soal-soal

Sebab tidak semua soal harus dipecahkan di dunia, di masa kita hidup

Boleh jadi kelak di akhirat akan terselesaikan dengan sendirinya

Tugas kita hanyalah berusaha terus membaca dan membaca ulang, memahami dan memahami ulang text book, membaca dan latihan soal sebagaimana dicontohkan guru kita melalui sunnahnya (kumpulan soal dan kunci jawaban)

Kemudian sedapat mungkin menghafal rumus-rumusnya (ikhtiar, sabar, tawakal) ketika menghadapi soal ke kehidupan nyata

Adakalanya kita memecahkan soal dengan sangat baik dan berharap nilainya baik.

Namun ada kalanya kita tidak bisa memecahkan soal dengan baik, bukan karena rumusnya yang salah, melainkan karena cara kita menggunakan rumus yang tidak tepat

Atau boleh jadi rumusnya tertukar, kita menggunakan rumus tawakal pada saat menghadapi musibah pandemic covid-19, pada saat kita harusnya berikhtiar menghindari dan memutus mata rantai penyebarannya sekuat tenaga kita.

Atau kita mengalami kesulitan memahami mana ibtila, musibah, adzab dan istidraj dalam peristiwa yang tengah terjadi saat ini.

Atau mungkin kita salah dalam memahami rumus sabar dalam menghadapi pandemic covid-19 saat ini.

Atau sebelumnya kita menggunakan rumus zuhud pada saat kita harus berusaha giat mencari nafkah bagi anak-istri.

Atau kita menggunakan rumus tawadhu pada saat harus menghadapi orang kafir. Atau tertukar cara penggunaan rumus ‘iffah’ dan ‘itsar’ dan masih banyak lagi kesalahan lainnya dalam menghafal rumus dan cara menggunakannya secara tepat dalam konteks soal yang tepat


Boleh jadi kita sekedar menghafal rumus dari 'text book' namun tidak benar-benar memahaminya sehingga tidak bisa menggunakan rumus-rumus tersebut untuk menyelesaikan dalam soal-soal di kehidupan.

Maka yang harus kita lakukan adalah terus membaca ulang, bertanya pada para guru pewaris (ulama) guru utama kita (para Nabi ), memahaminya dan bijak dalam memilih rumus dan terlatih cara menggunakannya secara tepat.

Lalu berharap agar nilainya baik di mata sang pembuat kehidupan, pembuat text book dan pembuat soal yakni Allah SWT

Apakah indeks kumulatif kita cukup untuk membuat kita lulus dan mendapatkan hadiah tertinggi berupa ampunan dan syurgaNya?

Tentunya  kita berharap demikian

Selagi jatah usia dan jatah belajar masih Ia berikan maka mari kita terus berusaha sekuat tenaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?