Senin, Mei 04, 2020

Loh...kok ndak apa apa...gimana nih....

NDAK PAPA

Mulai banyak yang mulai menjalani wirid nasi box. Nampak lahir thoriqot tasawuf modern, thoriqot nasi box, mereka yang mengamalkan membagi nasi box gratis terus menerus setiap hari.

Ada yang WA saya pagi ini, beliau sediakan 50 nasi box didepan toko nya. Warung Berkah. Ada ganjalan,

"Kang, saya sudah mulai, tapi kok yang makan itu-itu aja ya?"


Jawaban saya selalu sama : ndak papa. Ndak masalah. Malah bagus. Berarti butuh. Makanya datang terus. Butuh nasi box gratisan.

Nasi box gratisan itu, jika dimakan yang benar-benar miskin, alhamdulillah.

Jika dimakan oleh yang sebenarnya punya makanan, insyaAllah jadi silaturahmi. Dan makanan di rumahnya bisa jadi diberikan lagi ke tetangga. Kapasitas perut terbatas.

Jika dimakan sama orang kaya, gak papa juga. InsyaAllah akan jadi hikmah di hatinya, dan bisa jadi menjadi asbab lahirnya kedermawanan di hatinya. Bisa jadi dia akan sedekah nasi box di masa selanjutnya.

Jika dimakan ahli ilmu, ahli ibadah, maka amal ibadah, amal ngajarnya dia, amal dakwahnya, akan mengalir ke kita.

Jika dimakan pekerja yang sedang bekerja disekitaran titik drop off, insyaAllah mengurangi beban cost makannya. Uangnya bisa dia gunakan untuk bayar sekolah anak, untuk kebutuhan yang lain.

Jika dimakan oleh ahli maksiat, orang jahat, semoga jadi jalan hidayah ke hatinya. Bahwa banyak orang baik, banyak orang yang peduli, tidak perlu jadi penjahat lagi supaya bisa makan.

Jika dimakan anak yatim yang lemah, insyaAllah akan jadi obat di hatinya, bahwa luka tidak punya ayah ibu, terobati dengan hadirnya para saudara yang peduli.

Ndak papa. Orangnya sama gak papa. Jika yang makan itu-itu aja ya gak papa.

Bahkan makan tiap hari via supply nasi box Anda juga gak papa. Berarti Allah percayakan rezeki dia lewat Anda. Aman aja. Kalem. Jalan terus.

Ndak papa sama sekali.

*****

Ngasih makan terus menerus, ke orang yang sama, yang bahkan gak ucap terima kasih, itu gak masalah sama sekali. Bener-bener ndak papa.

Kita ini dikasih makan oleh Allah azza wa jalla.

Rabbul'alamien ngasih kita makan terus. Walau kita dosanya banyak. Lalainya banyak. Allah ngasih kita makan terus menerus.

Malaikat Mikail yang ngatur rezeki juga gak pernah bosen jadi petugas antar rezeki. Untung Malaikat gak ada nafsu, jadi gak ada rasa sebel sama kita. Padahal kita ini, kadang sudah dikasih nikmat, masih komplain.

Nasi yang kita makan hari ini telah dipersiapkan oleh Allah berbulan-bulan yang lalu. Sejak jadi benih, nanam, dirawat, panen, digiling, dipack, dihantar, diperjual belikan, sampai masuk rice cooker. Semua sempurna diurus Allah.

Nasi yang akan kita makan 5 bulan lagi, insyaAllah sekarang sedang diurus oleh Allah.

Sawahnya, benihnya, pertumbuhannya.

Allah azza wa jalla terus-menerus ngasih kita makan.

Kita yang menjengkelkan ini.
Kita yang banyak kufur nikmatnya.
Kita yang banyak dosanya.

Allah terus kasih makan.

Lalu kenapa kita enggan untuk ngasih makan terus menerus ke orang yang sama?

Ndak papa... Kasih terus... Ndak papa

Rendy Saputra - Berkah Box Indonesia
Allah menggunakan cara yang begitu indah untuk menggugah hati manusia dalam ber-infaq. Kita tau bahwa semua harta itu milik Allah, namun Allah memakai kata "hutangi-lah aku" ketika meminta manusia untuk membagikan hartanya. Seakan-akan harta itu milik manusia.
"Berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik." (Al-Muzammil 20)
Allah meminta hutang sementara semua yang ada pada kita adalah milik-Nya. Seorang yang masih memiliki perasaan pasti tergugah untuk berbagi kepada selainnya. Karena manusia mungkin akan ragu bahwa yang ia berikan kepada orang lain akan kembali. Namun jika ada seorang yang berhutang, maka ada kemungkinan untuk kembali lagi. Dan kali ini yang berhutang adalah Allah swt. Siapa yang lebih tepat janjinya daripada Allah?Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji." (Al-Baqarah 261)
Dan lihatlah janji Allah bagi mereka yang mengeluarkan hartanya dijalan Allah:
"Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan Menggantinya"(Saba 39)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?