Minggu, Mei 10, 2020

Yang seperti ini ,bisa saja di lakukan emak emak .....



Wahai  emak dan umi yang  shalihah  Dalam jual beli ada 3 rukun yg harus terpenuhi lo ...yaitu

1. Al Aqidan (penjual & pembeli)
2. Al Ma'qud alaih (uang & barang)
3. Shigat Akad.

Shigat Akad adalah bentuk isyarat dari penjual dan pembeli yg melakukan transaksi tanpa paksaan.

JANGAN BERI MAKAN KELUARGA DENGAN BELANJA BERAKAD BATHIL

Jangan sampai kita bertransaksi jual beli seperti ini ya Bun
Ini adab jual beli.. Emak² : "Bang Ayam sekilo brp..?"
Abang : "28ribu bu..!"
Emak² : "27 ribu deh..!"
Abang : "😫iya deh"
Emak² : "hati ampela" sepasangnya brp..?"

Abang : "2 ribu.."
Emak² : minta 3 pasang, "Sama ceker sekilo ya.."
Abang : "ceker sekilo nya 16.000 bu.."
Emak² : "Udah lempengin jadi 15 aja..!"
Abang : "😔iya udah.."
Emak² : "Jadi total brp bang semua..?"
Abang : "Ayam + hati ampela + ceker jadi 48 ribu”
Emak² : "Alah udah 45 ribu aja.. Nih 50 ribu, kembaliin goceng sini..!"
Abang : 😫😔..
Emak: kasih bonus sayap satu ini yaa (sambil masukin sayap ke kantong kresek)
Abang: 😭😭😩😩

Nah kira² sudahkah kita perhatikan sikap kita yg biasa berbelanja dalam bertransaksi..?
Sudah ikhlaskah penjual melepas barang dagangan nya..?
Jangan sampai tidak ikhlas nya penjual melepas barang dagangan nya menjadikan barang yg kita beli menjadi tidak diridhai karena dilakukan dengan bathil atau memaksa penjual.
“Hai orang² yg beriman, janganlah kamu memakan harta sesama mu dgn cara yg Bathil, kecuali dgn jalan perniagaan yg berlaku dengan suka sama suka di antara kamu" (QS.An-Nisaa:29)

Uang yg kita dapat halal.
Untuk beli barang yg halal juga.
Jangan sampai rusak karena transaksi nya yg tak diridhai Allah..
Dibawah ini juga sedikit uraian tentang  perdagangan
Etika bisnis dalam syariat islam adalah akhlak dalam menjalankan bisnis sesuai dengan nilai-nilai islam, sehingga dalam pelaksaan bisnis tidak terjadi kekhawatiran karena sudah diyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar. Prinsip -- prinsip Rasulullah SAW tentang etika berjual -- beli yang baik ;
Pertama, prinsip esensial dalam bisnis adalah kejujuran. Dalam ajaran islam kejujuran merupakan syarat paling mendasar dalam kegiatan jual -- beli Rasulullah SAW sangat menganjurkan kejujuran dalam segala bentuk aktivitas jual -- beli. 
Rasulullah SAW melarang segala bentuk aktivitas jual -- beli yang di lakukan dengan penipuan, karena penipuan dapat merugikan orang lain dan melanggar hak asasi manusia dalam berdagang yaitu suka sama suka. Rasulullah SAW sendiri selalu bersikap jujur dalam berdagang.
Kedua, amanah dan profesional dalam berdagang. Dalam berdagang kita harus bersikap amanah, agar selalu dipercaya oleh orang yang akan membeli barang dagangan kita. Kejujuran dan amanah mempunyai hubungan yang sangat erat karena orang yang selalu jujur pastilah amanah (terpercaya). Allah SWT memerintahkan agar umat Islam menunaikan amanat kepada orang yang berhak menerimanya dan jika memutuskan perkara agar dilakukan secara adil.
Ketiga, kesadaran tentang signifikansi sosial. Dalam berdagang kita tidak hanya mengejar keuntungan sebanyak -- banyaknya sebagaimana yang diajarkan dalam ekonomi kapitalis, tetapi didasari kesadaran memberi kemudahan bagi orang lain dalam membeli barang yang kita jual. Disamping itu, sebagian harta yang diperoleh dari berdagang hendaklah beberapa diberikan kepada orang lain terutama orang -- orang yang lemah secara ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?