Selasa, Februari 18, 2020

Meninggalkan atau ditinggalkan

Meninggalkan atau Ditinggalkan

Hari ini, mendadak publik di kejutkan dengan Meninggalkan atau Ditinggalkan

Hari ini, mendadak publik di kejutkan dengan wafatnya seorang artis ternama yg juga suami dari artis ternama tanah air, dalam usia yg relatif muda, 40thn. Info yang beredar, ybs terkena serangan jantung.



Kematian, selalu menyisakan sisi dramatis dr sebuah kehidupan. Dari ada menjadi tiada. Sakit atau sebab lainnya hanyalah sebuah jalan manusia menuju titik akhir menjemput sebuah takdir kematian.

Shocking atau keterkejutan atas sebuah kematian menjadi hal yg manusiawi, apalagi terjadi tiba2 seolah tanpa sebab, namun sebenarnya tidaklah ada sesuatu tiba2 terjadi tanpa hadirnya qudrah dan iradah ilahiah, semua tercatat dan terjadwal dalam lembar2 takdirnya. Hanya manusia dengan segala kemanuisaan kita seringkali lupa akan ketentuanNya.

Kematian memberi efek dramatis dan keterkejutan karena mulai dititik itulah, telah berpisah selamanya dalam alam yg berbeda, yg tidak memungkinkan adanya jumpa dan interaksi fisik seperti selama ini terjadi.

Selalu ada ruang hampa, yg tiba2 muncul di rongga jiwa, atas sebuah kematian orang2 terdekat atau yg kita memiliki emosi terhadapnya.

Dalam sebuah obrorlan transendent tentang kematian di masa lalu, bersama almarhumah Bunda, pernah suatu ketika, kita berbicara pada sebuah titik pernyataan yang terlontar dr Bunda begini, jika Allah memanggil satu diantara kita, Ayah atau Bunda yg lebih dulu menghadap Allah, maka Bunda memilih untuk yang dipanggil lebih dulu.

Sontak obrolan transendent ini menjadi begitu kontemplatif, saya bertanya , mengapa ?

Lirih dia menjawab hampir tanpa suara, seperti enggan menjelaskan, bahwa ditinggalkan orang tersayang adalah sesuatu yg tak pernah terlintas dan terbayang bagaimana berat menjalaninya. Sehingga jikapun memungkinkan untuk memilih, ia meminta utk diberi kesempatan pertama.

Akupun terdiam tak mampu menggubrisnya, kecuali menarik nafas dalam dan sekuat tenaga menghapus bayang kejadian yg bukan saja mungkin terjadi, tapi pasti terjadi, satu diantara kita atau keduanya, menghadap Allah lebih dahulu.

Dikesempatan yang  berbeda, dalam obrolan, diskusi atau di training2 yg kadang saya menjadi nara sumbernya, perbincangan tentang hal transendent seperti diatas, tentang siapa ditinggalkan atau meninggalkan pasangan, hampir semua pihak ingin menjadi sosok yang meninggalkan bukan ditinggalkan.

Rerata kita, tidak ingin, tidak terbayang bagaimana rasanya dan mengahadapinya, saat2 ditinggalkan dari orang2 yang kita sayangi. Sehingga lebih memilih meninggalkan jika opsi pilihan ini tersedia.

Gaes.....

Kisah seperti Bunga Citra Lestari diatas, atau seperti saya yang sudah ditinggal Bunda, atau mereka2 yang ditinggalkan orang2 tersayang, adalah sebuah lukisan takdir kehidupan. Sesuatu yang tak dapat dipilih, ditolak atau di siasati.

Banyak juga, pasangan didunia ini, yang bahkan enggan membahas tentang kematian ini. Seolah hendak mengingkari atau menghindar krn tak ingin membayangkan dan terjadi padanya.

Yakinlah, cepat atau lambat, hanya masalah waktu. Semuapun akan terjadi pada setiap kita. Membahasnya bukan berarti melodrama kesedihan yg tak menarik dan membosankan. Tapi, dalam rangka tadzkiroh (pengingat) dan mauizhoh (nasehat), agar kita mempersiapkannya.

Bukankah kematian adalah sebaik-baik nasehat bagi kaum yang berakal ??

Gaes....

Apa yang terjadi dengan BCL dan Ashraf atau orang lain yang serupa, pasti akan menimpa kita, tunggu giliran saja.

Nah, sebelum hal tersebut terjadi, maka persiapkanlah semuanya, agar Allah memudahkan kita menjalaninya, dan mengakhirinya dengan sebaik2 amal kehidupan sehingga husnul khatimah menjadi tujuan.

Kuatkan iman akan takdir dan pengertian bahwa kematian adalah kepastian. Pintu dimana amal2 disempurnakan. Lorong menuju semua kebaikan dan kefasikan mendapat ganjaran. Jalan dimana pertanggung jawaban amal dipertanyakan.

Semua yang fana akan hilang

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
ar-rahman-ayat-26

Mengimaninya, akan menguatkan orientasi hidup kita pasca kehidupan itu sendiri.

Ada sebuah negeri akhirat masa depan, tanpa batas dan berbeda dengan dunia, dimana keabadian akan menjadi kehidupan. Ada syurga yang menjajikan tanpa tangis dan airmata, tanpa kecewa, tanpa lelah dan susah. Hanya kebahagiaan yg mengalir disetiap masa.

Begitupun sebaliknya neraka, penuh sesalan dan kekecewaa serta siksa.

Kemudian, kenyataan kematian yang memisahkan dimensi kehidupan

Bayangkanlah... !

Kita terpisah dengan orang yg kita sayangi, yang tak bisa berbuat apa2 lagi kecuali hanya doa dan air mata.

Sebelum semuanya terpisah, berikanlah hal terindah dan terbaik yang kita bisa pada mereka.

Kasih sayang, cinta , perhatian, pengertian,  ketulusan, bimbingan iman dan setiqp hal yang dapat membawa semuanya bertemu lagindi syurga Nya.

Bayangkanlah...!

Kita terpisah dengan orang yg kita sayangi, yang tak bisa berbuat apa2 lagi kecuali hanya doa dan air mata.

Sebelum semuanya terpisah, berikanlah hal terindah dan terbaik yang kita bisa pada mereka.

Tunaikan hak2 yang menjadi miliknya, lakukan semua kewajiban2  sebagai pertanggung jawaban hidup kita.

Sudah kah kita mencium tangan suami kita hari ini ?
Sudah kah kita mencium kening istri kita hari ini ?
Sudahkan kita memeluk anak2 hari ini ?
Sudahkan kita mendoakan kebaikan dan keselamtan mereka hari ini ?

Sudahkah  kita menjadi yang seharusnya setiap hari ???

Sebelum semuanya terlambat
Sebelum semuanya tak dapat kita sentuh dan rengkuh

Berikanlah yang terbaik bagi orang2 tersayang kita, jangan biarkan tersisa dalam hidupnya kecuali bahagia.

Semua hanya menunggu waktu, ditinggalkan atau meningglakan kefanaan.

" Jangan sampai....
hingga waktu perpisahan tiba
Dan semua yang tersisa
hanyalah air mata
Hanya air mata "

Salam Survival Untuk Sahabat2 Yang pernah ditinggalkan oleh orang2 tersayang

Engkong Arbow
Life Survivor seorang artis ternama yg juga suami dari artis ternama tanah air, dalam usia yg relatif muda, 40thn. Info yang beredar, ybs terkena serangan jantung.

Kematian, selalu menyisakan sisi dramatis dr sebuah kehidupan. Dari ada menjadi tiada. Sakit atau sebab lainnya hanyalah sebuah jalan manusia menuju titik akhir menjemput sebuah takdir kematian.

Shocking atau keterkejutan atas sebuah kematian menjadi hal yg manusiawi, apalagi terjadi tiba2 seolah tanpa sebab, namun sebenarnya tidaklah ada sesuatu tiba2 terjadi tanpa hadirnya qudrah dan iradah ilahiah, semua tercatat dan terjadwal dalam lembar2 takdirnya. Hanya manusia dengan segala kemanuisaan kita seringkali lupa akan ketentuanNya.

Kematian memberi efek dramatis dan keterkejutan karena mulai dititik itulah, telah berpisah selamanya dalam alam yg berbeda, yg tidak memungkinkan adanya jumpa dan interaksi fisik seperti selama ini terjadi.

Selalu ada ruang hampa, yg tiba2 muncul di rongga jiwa, atas sebuah kematian orang2 terdekat atau yg kita memiliki emosi terhadapnya.

Dalam sebuah obrorlan transendent tentang kematian di masa lalu, bersama almarhumah Bunda, pernah suatu ketika, kita berbicara pada sebuah titik pernyataan yang terlontar dr Bunda begini, jika Allah memanggil satu diantara kita, Ayah atau Bunda yg lebih dulu menghadap Allah, maka Bunda memilih untuk yang dipanggil lebih dulu.

Sontak obrolan transendent ini menjadi begitu kontemplatif, saya bertanya , mengapa ?

Lirih dia menjawab hampir tanpa suara, seperti enggan menjelaskan, bahwa ditinggalkan orang tersayang adalah sesuatu yg tak pernah terlintas dan terbayang bagaimana berat menjalaninya. Sehingga jikapun memungkinkan untuk memilih, ia meminta utk diberi kesempatan pertama.

Akupun terdiam tak mampu menggubrisnya, kecuali menarik nafas dalam dan sekuat tenaga menghapus bayang kejadian yg bukan saja mungkin terjadi, tapi pasti terjadi, satu diantara kita atau keduanya, menghadap Allah lebih dahulu.

Dikesempatan yang  berbeda, dalam obrolan, diskusi atau di training2 yg kadang saya menjadi nara sumbernya, perbincangan tentang hal transendent seperti diatas, tentang siapa ditinggalkan atau meninggalkan pasangan, hampir semua pihak ingin menjadi sosok yang meninggalkan bukan ditinggalkan.

Rerata kita, tidak ingin, tidak terbayang bagaimana rasanya dan mengahadapinya, saat2 ditinggalkan dari orang2 yang kita sayangi. Sehingga lebih memilih meninggalkan jika opsi pilihan ini tersedia.

Gaes.....

Kisah seperti Bunga Citra Lestari diatas, atau seperti saya yang sudah ditinggal Bunda, atau mereka2 yang ditinggalkan orang2 tersayang, adalah sebuah lukisan takdir kehidupan. Sesuatu yang tak dapat dipilih, ditolak atau di siasati.

Banyak juga, pasangan didunia ini, yang bahkan enggan membahas tentang kematian ini. Seolah hendak mengingkari atau menghindar krn tak ingin membayangkan dan terjadi padanya.

Yakinlah, cepat atau lambat, hanya masalah waktu. Semuapun akan terjadi pada setiap kita. Membahasnya bukan berarti melodrama kesedihan yg tak menarik dan membosankan. Tapi, dalam rangka tadzkiroh (pengingat) dan mauizhoh (nasehat), agar kita mempersiapkannya.

Bukankah kematian adalah sebaik-baik nasehat bagi kaum yang berakal ??

Gaes....

Apa yang terjadi dengan BCL dan Ashraf atau orang lain yang serupa, pasti akan menimpa kita, tunggu giliran saja.

Nah, sebelum hal tersebut terjadi, maka persiapkanlah semuanya, agar Allah memudahkan kita menjalaninya, dan mengakhirinya dengan sebaik2 amal kehidupan sehingga husnul khatimah menjadi tujuan.

Kuatkan iman akan takdir dan pengertian bahwa kematian adalah kepastian. Pintu dimana amal2 disempurnakan. Lorong menuju semua kebaikan dan kefasikan mendapat ganjaran. Jalan dimana pertanggung jawaban amal dipertanyakan.

Semua yang fana akan hilang

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
ar-rahman-ayat-26

Mengimaninya, akan menguatkan orientasi hidup kita pasca kehidupan itu sendiri.

Ada sebuah negeri akhirat masa depan, tanpa batas dan berbeda dengan dunia, dimana keabadian akan menjadi kehidupan. Ada syurga yang menjajikan tanpa tangis dan airmata, tanpa kecewa, tanpa lelah dan susah. Hanya kebahagiaan yg mengalir disetiap masa.

Begitupun sebaliknya neraka, penuh sesalan dan kekecewaa serta siksa.

Kemudian, kenyataan kematian yang memisahkan dimensi kehidupan

Bayangkanlah... !

Kita terpisah dengan orang yg kita sayangi, yang tak bisa berbuat apa2 lagi kecuali hanya doa dan air mata.

Sebelum semuanya terpisah, berikanlah hal terindah dan terbaik yang kita bisa pada mereka.

Kasih sayang, cinta , perhatian, pengertian,  ketulusan, bimbingan iman dan setiqp hal yang dapat membawa semuanya bertemu lagindi syurga Nya.

Bayangkanlah...!

Kita terpisah dengan orang yg kita sayangi, yang tak bisa berbuat apa2 lagi kecuali hanya doa dan air mata.

Sebelum semuanya terpisah, berikanlah hal terindah dan terbaik yang kita bisa pada mereka.

Tunaikan hak2 yang menjadi miliknya, lakukan semua kewajiban2  sebagai pertanggung jawaban hidup kita.

Sudah kah kita mencium tangan suami kita hari ini ?
Sudah kah kita mencium kening istri kita hari ini ?
Sudahkan kita memeluk anak2 hari ini ?
Sudahkan kita mendoakan kebaikan dan keselamtan mereka hari ini ?

Sudahkah  kita menjadi yang seharusnya setiap hari ???

Sebelum semuanya terlambat
Sebelum semuanya tak dapat kita sentuh dan rengkuh

Berikanlah yang terbaik bagi orang2 tersayang kita, jangan biarkan tersisa dalam hidupnya kecuali bahagia.

Semua hanya menunggu waktu, ditinggalkan atau meningglakan kefanaan.

" Jangan sampai....
hingga waktu perpisahan tiba
Dan semua yang tersisa
hanyalah air mata
Hanya air mata "

Salam Survival Untuk Sahabat2 Yang pernah ditinggalkan oleh orang2 tersayang

Engkong Arbow
Life Survivor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?