banner produk

Sabtu, Agustus 10, 2013

Pedagang Ambil Untung, Picu Kenaikan Harga Daging


Pedagang Ambil Untung, Picu Kenaikan Harga Daging

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krishnamurti, mengatakan harga daging sapi yang sempat mencapai Rp 120 ribu per kilogram beberapa hari jelang Lebaran merupakan permainan dari para pedagang. Menurut dia, jumlah pasokan daging di lapangan seharusnya tidak memicu kelangkaan daging.

"Harga mencapai Rp 120 ribu itu seharusnya tidak terjadi. Itu lebih merupakan profit taking (aksi ambil untung) dari pedagang. Kalau H-2 atau H-1 itu kan permintaan sudah tinggi, ini yang dimanfaatkan oleh pedagang," katanya seusai menghadiri Open House Lebaran di Istana Negara, Kamis, 8 Agustus 2013.


Bayu mengatakan harga daging sapi Rp 120 ribu per kilogram  tidak logis. Hal ini dikarenakan pada lima hari jelang Lebaran, jumlah sapi siap potong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) naik 2,5 kali lipat dibandingkan dua pekan sebelum Lebaran. "Jadi sebenarnya kalau melihat dari supply dan demand, harusnya barangnya dalam 3-4 hari ini tidak ada kelangkaan," katanya.

Selain itu, kenaikan harga tidak logis karena dari sisi harga dalam tiga pekan ini, harga daging sapi siap potong di tingkat RPH turun dari Rp 83-84 ribu menjadi di bawah Rp 80 ribu. Dalam dua hari jelang Lebaran, harga daging siap potong di tingkat RPH mencapai Rp 80-81 ribu. Menurut Bayu, jika di tingkat RPH harga mencapai level Rp 80 ribu maka di tingkat ritel harga harusnya mencapai Rp 86-86 ribu. "Maksimal Rp 90 ribu deh, jadi kalau sudah Rp 120 ribu itu sudah jelas profit taking," katanya.

Kemendag menilai kenaikan harga daging sapi yang terjadi sekarang karena keterlambatan masuknya daging impor sudah terjadi 3 bulan lalu. Keterlambatan pasokan daging dari dalam negeri juga sudah terjadi 3 bulan lalu sehingga jika masih ada pedagang yang menjual harga dengan level tinggi hal tersebut merupakan permainan sepihak.

Pada H-1 dan H-2 Lebaran, harga daging sapi sempat menembus Rp 110- 120 ribu. Harga daging sapi yang masih tinggi ini terjadi walaupun pemerintah sudah melakukan importasi daging sapi melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) serta importasi sapi siap potong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

peta lokasi