banner produk

Rabu, Maret 21, 2012

Harga Sapi di Gunungkidul Kembali Anjlok


 

WONOSARI (KRjogja.com) - Para pedagang sapi di Gunungkidul mengeluhkan sikap pemerintah pusat yang masih membuka impor, sehingga harga di daerah semakin anjlok. Terlebih adanya rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menyebabkan biaya
operasional semakin tinggai.
“Meskipun beberapa waktui harga sapi sempat membaik, kini turun kembali antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” kata Wawan salah satu pedagang di Pasar Hewan Siyono, Jumat (16/3).
Seharusnya, tambah Rejo pemerintah pusat memperhatikan nasib pedagang sapi di daerah yang terkena imbas impor dari luar negeri. Jika kebijakan impor bisa dibatasi tentunya pedagang di daerah masih bisa menikmati transaksi harga sapi yang lebih baik, karena kebijakan impor secara besar-besaran akan membuat pedagang semakin terpuruk.
“Belum lagi jika BBM naik, nantinya berdampak pada kenaikan harga pakan ternak dan juga transportasi,”imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan Rejo, sekarang ini pedagang sapi serba kesulitan, selain harga turun akan terpojok lagi dengan rencana pemerintah menaikkan BBM. Akan lebih baik jika kebijakan kenaikan BBM tidak diambil, sehingga kondisi ekonomi masyarakat bisa membaik.
“Pedagang juga berharap kebijakan impor sapi tidak lagi dilakukan, sebab produksi lokal akan terpuruk dengan banyaknya ternak yang diambil dari negara lain,” ucapnya.
sumber: kedaulatan rakyat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

peta lokasi