harga paket aqiqah dan catering dus

harga paket aqiqah dan catering dus

banner produk

Senin, Juni 27, 2011

Hasil sensus menggembirakan, pemerintah dan peternak yakin pasokan sapi cukup

Masyarakat tak perlu khawatir bakal kekurangan pasokan daging sapi. Pasalnya, hasil penghitungan sementara sensus ternak menunjukkan jumlah populasi ternak sapi di Indonesia cukup besar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan mengatakan berdasarkan hasil penghitungan sementara sensus ternak yang dilakukan BPS sejak awal Juni lalu, saat ini sudah terhitung sekitar 14 juta ekor populasi sapi potong di Indonesia.
Jumlah ternak sapi ini tentu saja masih akan bertambah. Mengingat "Saat ini sensus ternak baru berjalan 93%," katanya akhir pekan lalu.
Rusman menambahkan, selain mencatat sekitar 14 juta ekor sapi potong, hasil sensus ternak sementara juga menghitung sebanyak 1,1 juta ekor populasi kerbau dan 400.000 ekor sapi perah. Dengan potensi sebesar ini, Rusman bilang secara nasional Indonesia memiliki potensi pasokan daging sapi yang cukup besar. "Ternyata potensi kita banyak, tergantung bisa memanfaatkannya," katanya.
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia mengatakan hasil sementara sensus sapi ini cukup menggembirakan. Bahkan, menurutnya hasil sensus sementara ini, jumlah populasi ternak sapi sudah lebih besar dari yang diperkirakan. "Kalau dari perkiraannya, tahun 2011 ini populasi sapi sekitar 13 juta ekor," ujarnya kepada KONTAN Minggu (26/6).
Teguh menambahkan, dengan jumlah populasi sapi yang cukup besar ini, maka Indonesia tak perlu khawatir akan terjadi kekurangan pasokan sapi dari dalam negeri. "Dengan jumlah populasi sebesar ini, maka impor bisa ditekan sekecil mungkin," jelasnya.

Jumlah polupasi akan terus bertambah

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo Caturroso membenarkan besarnya populasi ternak sapi di dalam negeri. Menurutnya, jumlah tersebut akan terus bertambah karena masih ada ternak yang harus didata termasuk ternak dari perusahaan baik yang berbadan hukum maupun non badan hukum, ternak di perkebunan sawit, perkebunan kakao, pondok pesantren dan sekolah peternakan.
Prabowo menjelaskan dengan asumsi konsumsi daging sapi nasional sekitar 1,76 kilogram per kapita per tahun dan jumlah penduduk sebesar 240 juta jiwa, maka kebutuhan sapi potong hanya sekitar 2,3 juta ekor saja. "Hitungan ini diambil dengan asumsi rata-rata satu ekor sapi setara dengan 160 kg daging," katanya.
Dengan hasil ini, Prabowo optimis pasokan ternak sapi di dalam negeri masih mencukupi kebutuhan nasional. Apalagi, "Jumlah sapi yang masih sisa belasan juta ekor akan terus bertambah karena melahirkan secara alami dan adanya inseminasi buatan," ungkapnya.
Teguh juga bilang, populasi ternak sapi yang cukup besar sudah menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan daging sapinya secara mandiri. Dengan potensi sapi potong sekitar 14 juta ekor, Teguh optimis swasembada daging tahun 2014 bisa tercapai. "Tahun 2014 nanti sekitar 90% dari total kebutuhan daging nasional harapannya bisa dipenuhi dari dalam negeri," katanya.
Asal tahu saja, rata-rata konsumsi daging sapi nasional per tahun sekitar 450.000 ton. Selama ini, kebutuhan daging sapi di dalam negeri masih ditambal dengan daging sapi impor dan impor sapi bakalan. Tahun ini, Kementerian Pertanian mematok kuota impor daging sapi sebanyak 72.000 ton dan impor sapi bakalan sebanyak 600.000 ekor.
Tapi, dengan potensi sapi potong dalam negeri yang cukup besar, Teguh yakin impor daging dan sapi bakalan bisa ditekan. Bahkan, dalam hitungannya, jika sudah swasembada impor daging sapi bisa ditekan di bawah 50.000 ton per tahun. Syaratnya, "Ke depan yang dibutuhkan hanya pembenahan manajemen distribusi sapi dari berbagai daerah ke pusat konsumsi," katanya.
Memang benar, potensi ternak sapi yang cukup besar ini pada kenyataannya masih tersebar di berbagai pelosok sentra produksi sapi seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Aceh. Padahal menurut Teguh, konsumsi daging terbesar di Indonesia terpusat di daerah Jabodetabek.
Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Pertanian mulai melakukan berbagai upaya. Selain berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memperbaiki sarana infrastruktur antar daerah, Kementan ke depan juga berniat mendorong para investor untuk mulai mendirikan Rumah Potong Hewan (RPH) di sentra-sentra produksi, dan mendorong kemitraan antara asosiasi distributor daging indonesia dengan para peternak di daerah. Ini dilakukan agar rantai pasokan daging sapi bisa lebih terkendali.(kontan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

peta lokasi