banner produk

Selasa, Mei 17, 2011

Sapi : Memilih Daging Sehat dan Halal

Daging merupakan bahan pangan hewani yang digemari seluruh lapisan masyarakat karena rasanya yang lezat dan bergizi tinggi. Dibandingkan dengan bahan pangan nabati, daging merupakan sumber protein yang lebih baik karena mengandung asam-asam amino esensial yang lebih lengkap dan seimbang serta lebih mudah dicerna. Selain itu daging juga merupakan sumber lemak, vitamin dan mineral. Setiap 100 g daging rata-rata dapat memenuhi sebesar 10 persen kalori, 50 persen protein, 35 persen zat besi (Fe), dan 25-60 persen vitamin B kompleks dari kebutuhan gizi orang dewasa per hari. Daging yang baik memiliki ciri-ciri penampakan yang mengkilap, berwarna cerah dan tidak pucat, serta tidak berbau asam atau busuk. Selain itu jika dipegang masih terasa basah namun tidak lengket di tangan, elastis, dan tidak lembek. Jika daging tidak langsung diolah setelah dibeli, daging tersebut hendaknya segera disimpan dalam lemari es atau lemari pembeku freezer. Pendinginan dalam lemari pendingin suhu 0 - 5 derajat Celcius dapat mengawetkan daging selama empat hari, sedangkan pembekuan dalam freezer dapat memperpanjang kesegaran daging lebih lama lagi sesuai suhu dan jenis daging. Sebagai seorang Muslim dasar pemilihan daging tidak cukup hanya berdasarkan kualitasnya, melainkan yang terpenting adalah kehalalannya. Kehalalan suatu jenis daging dapat ditinjau dari jenis dagingnya sendiri apakah berasal dari hewan halal dan jika hewan tersesebut halal bagaimana cara penyembelihannya. Membedakan asal daging
Kasus penjualan daging celeng di pasaran yang pernah terjadi merupakan pelajaran penting bagi konsumen Muslim untuk mengenal lebih baik ciri-ciri penampakan berbagai jenis daging agar tidak tertipu. Konsumen biasanya terjebak dalam membedakan jenis-jenis daging hewan ternak besar karena memiliki penampakan yang mirip. Sedangkan hewan ternak kecil (unggas) mudah dibedakan karena jenis dagingnya sangat berbeda dengan hewan ternak besar. Daging sapi yang masih baik berwarna merah terang, seratnya halus, dan lemaknya berwarna kekuningan. Daging yang kaku dan berwarna gelap menunjukkan bahwa penyembelihan dilakukan pada kondisi yang tidak tepat, misalnya hewan dalam keadaan stres atau kehabisan tenaga. Daging sapi yang berwarna coklat menandakan bahwa daging tersebut sudah terkena udara terlalu lama. Daging kerbau yang baik berwarna merah tua, seratnya lebih kasar dibandingkan serat daging sapi, sedangkan lemaknya berwarna kuning dan keras. Umumnya tekstur daging kerbau lebih liat dari daging ternak lainnya karena disembelih pada umur tua. Daging kambing berwarna lebih gelap dibandingkan warna daging sapi, dengan serat yang halus dan lembut. Lemaknya keras dan kenyal berwarna putih kekuningan. Daging kambing mudah dikenali karena baunya yang khas dan cukup keras. Daging babi yang baik berwarna merah pucat (merah mawar) dengan serat yang halus dan kompak. Lemaknya berwarna putih jernih, lunak dan mudah mencair pada suhu ruang. Memilih daging halal
Setelah mengetahui dengan pasti bahwa jenis daging yang akan kita beli berasal dari hewan yang halal, selanjutnya yang harus dicermati adalah bagaimana cara pemotongannya. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut: * Belilah daging pada tempat-tempat yang resmi. Di pasar tradisional tempatnya adalah di los penjualan khusus daging sapi yang terpisah dari los penjualan daging babi. Daging yang disembelih secara legal ditandai dengan cap berwarna ungu yang berasal dari Dinas Peternakan setempat. Pemotongan hewan di Indonesia diatur melalui SK Menteri Pertanian yang mensyaratkan tata cara pemotongan hewan sesuai syariat Islam dan mengharuskan pemisahan tempat pemotongan babi. Oleh karena itu daging yang disembelih secara legal dijamin oleh pemerintah kesehatan dan kehalalannya. * Jika membeli daging di pasar-pasar swalayan, pastikan bahwa tempat tersebut tidak menjual daging babi. Karena meskipun penjualan dilakukan pada rak/etalase yang terpisah, tidak dapat dijamin pemisahan juga dilakukan pada ruang pendingin tempat penyimpanan daging ataupun pada penyimpanan dan penggunaan peralatan. Jangan ragu bertanya kepada pihak swalayan dari mana asal daging yang dijual dan ada tidaknya sertifikat halal yang menyertai karena kebanyakan swalayan menjual daging impor, termasuk jeroannya. * Untuk daging ayam, jika membeli karkas utuh perhatikan lehernya apakah penyembelihan dilakukan secara sempurna. Ada pedagang nakal yang melakukan penyembelihan dengan cara ditusuk. Hindari ayam yang terdapat warna merah/biru atau memar pada kulitnya terutama daerah sayap. Hal ini merupakan indikasi bahwa ayam tersebut sudah mati sebelum disembelih. * Untuk menutupi warna ayam bangkai yang tidak normal, pedagang menyembunyikannya dengan memberi warna kuning. Sebaiknya memilih pedagang yang sudah dikenal dan dapat diyakini bahwa penyembelihan yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Meskipun peraturan tentang pemotongan unggas telah diatur dalam SK Menteri Pertanian, banyaknya jumlah usaha pemotongan unggas dalam skala rumah tangga menyebabkan pengawasannya menjadi sulit terkontrol. * Jangan tergiur dengan penawaran harga yang lebih murah dari pasaran, terlebih jika dilakukan oleh pedagang-pedagang musiman/tidak resmi. Jika membeli daging, ayam atau jeroan dalam partai besar langsung dari distributor, baik produk lokal maupun impor, jangan lupa meminta sertifikat halal yang menyertainya. Pastikan bahwa informasi nama dan alamat produsen, tanggal penyembelihan atau nomor lot yang tercantum dalam sertifikat cocok dengan yang tertera pada kemasan.
Ir Muti Arintawati MSi, Auditor LP POM MUI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

peta lokasi