Rabu, April 14, 2021

Abdul Rahman bin Auf a rich man who could be an inspiration

 


   Fenomena crazy rich sedang hangat menjadi perbincangan di negri ini,silih berganti nama nama bermunculan ada yang dengan publish kepedulian ,ada juga yang dengan kondisinya terkini mempertontonkan dengan kemewahannya. Di satu sisi bisa terlihat sisi negatifnya namun di sisi lain bisa menjadi positif  juga motivasi yang lain jika menjadi crazy rich tidak di dapat dengan mudah harus dengan perjuangan , bukan karena bapaknya orang yang sudah kaya tapi dimulai dari nol atau dengan melalu rintangan yang berat.

 jauh sebelum berita ini jadi trend . Beberapa info di publikasi  orang terkaya di dunia dan salah satunya dari negri ini. Kalau membaca sejarahnya juga tidak di dapat dengan mudah serta penuh perjuangan semoga menjadi motivasi bagi warga anak negri bahwa mereka juga bisa dan mampu.

  Cerita tentang orang terkaya ini seperti mengingatkan kita akan orang terkaya di zaman rasul Muhammad SAW yang tentu memiliki kelebihan yang dapat mejadi tauladan serta membantu perjuangan rasul Muhammad SAW. Dia adalah  Abdurrahman bin‘Awf (44 SH – 32H / 580 – 652 M). Nilai kekayaan saat wafat Rp. 6.212.688.000.000,-

Senin, April 12, 2021

jangan pernah membuka usaha dengan utang


 




Ketika manusia diselimuti rasa gengsi yang begitu besar, maka ia akan enggan melakukan apapun yang menurutnya dapat menyebabkan ianya malu dan seakan menghilangkan harga dirinya.

  Seseorang yang Sarjana lalu ia merasa sangat layak untuk bekerja di sebuah kantor dengan seragam yang rapi dan jika belum di terima di kantor mana pun, maka ia tidak mau bekerja selain itu, dan itulah yang dinamakan gengsi. Akibatnya apa?Ia rela masuk kategori pengangguran yang kemudian membebankan negara.

 Jika ingin menjadi Pengusaha yang sukses, maka harus dimulai dari menjadi pekerja yang baik. Lalu bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan?Itu sangat mudah, untuk bekerja tidak perlu modal besar, tubuh kita adalah modal. Saya beri contoh seorang penjaga parkir, apa modalnya? Ya sempritan! Namun ada juga tukang parkir yang tak pakai sempritan, dia hanya mengandalkan tubuh dan vokalnya "terus...terus... Kanan... Kanan... Oke!" Begitulah kira-kira. Tahukah berapa pendapatan tukang parkir? Bisa mengalahkan gaji PNS golongan III A.

Belanja online

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG

AL-An'am di muat di POS DESA&SUNDA URANG
POS DESA dan Majalah Sunda Urang

Jasa sewa mobil untuk acara

Jasa sewa mobil untuk acara
Dijamin Murah

Cari Toko Bunga Bogor?